Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mantan Mendiknas Daoed Joesoef minta RSBI ditiadakan

Mantan Mendiknas Daoed Joesoef minta RSBI ditiadakan RSBI Langgar Konstitusi. merdeka.com

Merdeka.com - Perdebatan mengenai konsep Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang termaktub dalam Undang-undang (UU) Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dinilai melanggar hak konstitusi masyarakat. Ini karena konsep RSBI justru mengerdilkan identitas bangsa dengan menitikberatkan pada penggunaan bahasa asing dalam proses pembelajaran.

"Saya menentang sistem pembelajaran di RSBI. Karena itu saya menuntut supaya Pemerintah secepatnya meniadakan keberadaan RSBI Indonesia," ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Orde Baru, Daoed Joesoef dalam keterangannya sebagai ahli dalam sidang uji materi Pasal 50 ayat (3) UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (15/4).

Dalam menyatakan pendapatnya, Daoed mendasarkan pada beberapa alasan nalariah. Menurutnya, model pembelajaran RSBI yang menekankan penguasaan bahasa asing bertentangan dengan Pasal 36 UUD 1945. "Penggunaan bahasa asing, yaitu bahasa Inggris telah melanggar UUD yang menyatakan 'Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia," kata Daoed.

Selain itu, Daoed juga mengatakan, para perumus dan pengambil kebijakan untuk membangun RSBI telah melakukan kekeliruan besar. Ini karena, menurutnya, kemajuan sistem pendidikan di suatu negara bukan disebabkan oleh penguasaan bahasa. "Pendidikan di negara seperti Inggris maupun Amerika maju bukan karena menguasai bahasa Inggris, melainkan karena menghayati nilai-nilai kemajuan zaman," terangnya.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), HAR Tilaar, juga mengatakan hal yang serupa. Menurutnya, dengan menyatakan RSBI merupakan penyerupaan yang diambil dari negara-negara maju telah bertentangan dengan jiwa pendidikan nasional.

"Menyerupakan dengan model dari negara-negara maju bertentangan dengan jiwa pendidikan nasional yang didasarkan kepada kebudayaan Indonesia," kata Tilaar. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP