Manifes dikirim ke Tanjung Priok harus diantar sebelum berlabuh
Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mengatakan, guna mempersingkat waktu sebaiknya manifest-manifest yang dikirim ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara sudah diantar sebelum kapal tersebut berlabuh.
"Manifest itu sebelum kapal mendarat, seharusnya sudah dikirim ke kita. Jadi bisa langsung diproses gitu sehingga mempersingkat waktu. Ini juga guna melaksanakan target dwelling time yang diharapkan Pak Jokowi 4-7 hari," kata Indroyono di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (17/6).
Menurutnya, itu adalah keharusan karena jika menunggu kapal baru mendarat dan selanjutnya setelah 5 hari baru diproses, itu akan memakan banyak waktu. "Nanti jadi lama kan kalau tunggu kapal mendarat. Jadi hal-hal seperti ini lah yang mesti ditinjau. Ya itu tugas perusahaan dan kita juga harus memperbaiki diri," ucapnya.
Indroyono menjelaskan, bersama Presiden Jokowi, dirinya sudah melihat simpul mana saja untuk bisa meninjau ini. Selain itu, beberapa sektor sudah dikarantina selama 1 hari.
"Selanjutnya, mengapa proses bisa ada yang sampai 20 hari? Karena itu proses benda beracun dan berbahaya, jadi perlu 20-30 hari. Namun kami tetap menargetkan 4-7 hari. Karena ini kan bukan bicara di dalam negeri, namun juga persaingan antar Asean," jelasnya.
Selain itu, Indroyono menjelaskan dwelling time adalah salah satu dari lima masalah yang paling besar yang memakan waktu hampir 30 hari. "Ternyata itu karena izinnya lama keluar dari lingkungan hidup dan kehutanan. Masalahnya itu benda beracun dan berbahaya. Maka itu saya berharap seharusnya benda itu dikirimkan sebelum kapal mendarat, sehingga pengurus impor itu bisa langsung memproses. Jadi hal-hal ini harus diperhatikan," tegasnya.
Lanjutnya, pengiriman manifest-manifest tersebut juga berhubungan dengan perbaikan sistem yang terdiri dari 9 kementerian yang paling utama dari 18 kementerian itu. "Kita pakai semua kementerian. Namun izin impor senjata paling kan berapa biji, nah 9 ini yg utama yaitu perdagangan karantina ikan, karantina pertanian, kehutanan, Badan POM, kesehatan, perindustrian dan yang lainnya. Dengan ini, target semua yang kita pegang harus kita capai," tutupnya. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya