Malang Plaza Terbakar, Kerugian Sementara Capai Rp56 miliar
Merdeka.com - Malang Plaza di Jalan Wahid Hasyim Kota Malang terbakar pada Selasa (2/4) sekitar pukul 00.30 WIB. Sampai Rabu (3/5) kemarin, tercatat ada 145 pedagang atau pemilik usaha melapor ke Posko Pengaduan Kebakaran Malang Plaza.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno menyebutkan nilai kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai sebesar Rp56 miliar. Namun angka ini masih berupa data awal dan asumsi berdasarkan laporan pelaku usaha korban kebakaran Malang Plaza.
"Data awal dihitung itu Rp56 miliar, itu asumsi kasar dari laporan yang masuk dan kami hitung secara manual," katanya di Malang, dilansir dari Antara, Rabu (4/5).
Mal Lagendaris dari Masa ke Masa
Prayitno menjelaskan, nilai kerugian yang mencapai Rp56 miliar tersebut belum termasuk kerugian dari keberadaan bioskop Cinema 21 dan Variety Department Store yang merupakan penjual pakaian yang beroperasi di lantai dua Malang Plaza.
Sebagai informasi, Malang Plaza selama ini menjadi pusat perbelanjaan tekstil, elektronik dan service Handphone. Lantai 3 Malang Plaza merupakan lokasi Bioskop 21 dan pertokoan.
Malang Plaza menjadi salah satu mal tertua yang ada di Malang. Pusat perbelanjaan ini diresmikan ada 11 Mei 1985 oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I, Jawa Timur Wahono.
Malang Plaza tempo dulu identik dengan keberadaan Bioskop Mandala. Bioskop legendaris ini dikenal memiliki harga tiket yang murah meriah. Tak heran, banyak warga Malang yang memiliki kenangan tentang Malang Plaza ini.
Seiring perkembangan zaman, Malang Plaza pun mulai berubah. Tepatnya tahun 2022 lalu, manajemen Malang Plaza bersolek. Wajah barunya mengusung konsep Art, Heritage dan Vintage Mall.
Malang Plaza Beri Kesempatan UMKM
Direktur Utama Malang Plaza, Laurencia Ike Anggriani mengatakan kehadiran Malang Plaza kali ini akan memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM dan para kelompok seniman. Dia menginginkan Malang Plaza menjadi salah satu tujuan bagi para kolektor barang antik.
Malang Plaza mempersembahkan lantai 2 dan lantai 3 digunakan untuk para seniman menjual karya-karya terbaiknya. Jika digabungkan, 2 lantai ini memiliki luas 3.500 meter persegi.
Hingga saat ini belum diketahui pemilik asli Malang Plaza. Termasuk perusahaan yang menaungi mall tertua di Malang ini. Publik menyebut Laurencia sebagai pemilik Malang Plaza. Namun hal tersebut telah dibantah.
Laurencia menegaskan, sebagai Direktur Utama, dirinya tetap sebagai pegawai dari pemilik mal. Dia pun enggan membeberkan sosok bos pemilik Malang Plaza.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya