Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Makna Gerhana Matahari Total menurut Keraton Surakarta

Makna Gerhana Matahari Total menurut Keraton Surakarta Gerhana matahari total. ©2015 Earthsky.org

Merdeka.com - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, memaknai akan terjadinya Gerhana Matahari Total, 9 Maret 2016 mendatang sebagai suatu peringatan bagi bangsa dan dunia. Bahwa saat ini kondisi dunia pada umumnya atau bangsa Indonesia khususnya sedang mengalami masa-masa sulit atau gelap.

Sebagai umat manusia, kita diwajibkan untuk ingat, bersabar dan tetap berhati-hati. Karena masa-masa sulit, kegelapan atau keterpurukan yang terjadi sekarang ini akan segera berakhir, seiring datangnya sinar atau matahari.

Pernyataan tersebut dikemukakan Wakil Pengageng Sasana Wilapa (humas) Keraton Kasunanan Surakarta Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) Winarna Kusumo, kepada merdeka.com, Sabtu (5/3).

"Perjalanan negara akan mengalami. Sejarah kedah lumampah (sejarah/cerita harus berjalan). Suatu saat akan terang lagi," ujar pria yang akrab disapa Kanjeng Win tersebut.

Kanjeng Win mengatakan, sebagai umat manusia, kita wajib selalu ingat Tuhan dan waspada. "Kudu eling lan waspada. Segala sesuatu bisa terjadi, jangan ikut arus, yang banyak pengikutnya belum tentu benar. Salebeting tumindak sing prayitno, kedah ngati-ati (dalam berperilaku yang tepat, harus berhati-hati)," katanya.

Terkait GMT, Kanjeng Win mengatakan memang sebelumnya sudah ada tanda-tanda. Termasuk juga dengan masa-masa sulit yang akan dialami bangsa Indonesia, pihaknya sudah mendapatkan tanda-tanda itu.

"Sudah ada tanda-tanda yang kita ketahui sebenarnya, tapi sebagai manusia kita tidak boleh sombong. Tuhan itu dalam sekejap bisa menutup, membuat gelap dan sekilas bisa membuat terang kembali," jelasnya.

Terkait mitos dalam tradisi Jawa, Kanjeng Win mengatakan tidak ada. Ia menegaskan agar dalam hidup kita selalu ingat yang Maha Kuasa dan waspada. Saat terjadi GMT pun Keraton Surakarta juga tak menerapkan larangan apapun kepada kerabat ataupun abdi dalem.

Pihaknya justru meminta kerabat dan abdi dalem agar selalu berdoa. Tak hanya saat GMT, dalam kondisi apapun tahlil dan doa selalu dikumandangkan.

"Kalau ada apa-apa kita selalu siap. Setiap malam Selasa dan malam Jumat selalu ada tahlil dan ada macapat di dalam keraton. Secara pribadi kita harus selalu siap, otomatis. Aja ndisiki kersaning Allah (jangan mendahului takdir Allah)," katanya.

(mdk/ren)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP