Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Makna Dibalik Penyempurnaan Logo PON XX Papua

Makna Dibalik Penyempurnaan Logo PON XX Papua Logo PON XX Papua. ©2021 Merdeka.com/Richard Icahd

Merdeka.com - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua telah separuh jalan, sejak dibuka Presiden Jokowi pada 2 Oktober 2021 lalu. Pekan olahraga empat tahunan ini seharusnya digelar 2020 lalu. Lantaran pandemi Covid-19, PON XX Papua baru digelar 2021 mulai 2-15 Oktober.

Selama penundaan tersebut, logo PON XX Papua telah menjalani perubahan. Awalnya logo PON XX Papua bergambar kanguru bermata merah putih di puncak Cartensz, ring lima warna dan maskot burung cenderawasih.

Namun setelah disempurnakan, logo PON XX Papua bergambar kemegahan dari Stadion Lukas Enembe, yang setara dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, dan stadion sepak bola terbesar kedua di dunia, Salt Lake India.

Paten logo PON XX Papua saat ini merupakan penyempurnaan dari logo sebelumnya, dan kangguru serta puncak Cartensz dihilangkan.

Arkeolog senior Papua, Hari Suroto mengungkapkan, sebelumnya logo PON XX Papua bergambar kangguru dan puncak Cartensz, diganti dengan gambar Stadion Lukas Enembe. Alasannya gambar logo pada ajang olahraga nasional tidak diperkenankan menggunakan gambar hewan. Gambar hewan hanya dibolehkan untuk maskotnya.

“Maskot PON XX Papua saat ini adalah Kangpho dan Drawa. Kangpho singkatan dari kangguru pohon. Dan Drawa singkatan dari Cenderawasih,” katanya di Jayapura.

Kendati dilogo pertama PON XX Papua telah terjadi penyempurnaan, dia menambahkan, kanguru dan puncak Cartensz memiliki keunikan bagi Papua. Sebab kangguru merupakan mamalia berkantung, hewan ini hanya ditemukan di Australia, Papua, dan Papua Nugini. Di Papua sendiri terdapat dua jenis kanguru yaitu, kanguru tanah dan kanguru pohon.

logo pon xx papua©2021 Merdeka.com/Richard Icahd

Kanguru tanah Papua berukuran lebih kecil dari kanguru tanah Australia. Sedangkan kanguru pohon di Papua lebih banyak dari Australia.

“Bukti arkeologi menunjukkan fosil mandibula (rahang bawah) kanguru pernah ditemukan di Nimboran, Kabupaten Jayapura. Fosil ini diberi nama Zygomaturus Nimboraensis,” ujar Hari.

Selanjutnya, Kabupaten Puncak Jaya merupakan puncak bersalju di daerah tropis, orang asing mengenalnya sebagai puncak Cartensz (Cartensz Top), memiliki tinggi 4.884 mdpl.

“Puncak Cartensz bagi suku Amungme, disebut Nemangkawi Ninggok, yang artinya puncak anak panah berwarna putih. Yang menyimpan misteri akan sumber daya alamnya bagi kehidupan anak cucu suku Amungme” pungkasnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP