Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

MAKI menduga kuat Novel disiram air keras karena usut kasus e-KTP

MAKI menduga kuat Novel disiram air keras karena usut kasus e-KTP sidang korupsi e-KTP. ©2017 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Kejadian tak terduga menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Novel yang saat ini juga menjadi kepala satgas penyidik kasus korupsi e-KTP ini, disiram air keras oleh dua prang tak dikenal usai melakukan Salat Subuh di Jalan Deposito RT 03 RW 10, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menduga kuat, aksi penyerangan atau penyiraman air keras kepada Novel itu terkait dengan kasus korupsi e-KTP. Di mana saat ini KPK sedang gencar-gencarnya membongkar kasus korupsi e-KTP yang menyeret sejumlah nama besar.

"Pasti terkait E-KTP," kata Boyamin saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (11/4).

Dengan kejadian Novel ini, tegas Boyamin, justru membuat penyidik KPK lain semakin bergairah untuk mengungkap kasus korupsi e-KTP. Apalagi kasus e-KTP sudah masuk ke pengadilan dan beberapa kali disidangkan.

"Ibarat harimau terluka maka akan tambah ngamuk," ucapnya.

Dalam hal ini, Boyamin menjelaskan kalau resiko apapun akan dihadapi saat seseorang akan masuk dalam ranah korupsi.

"Orang yang sudah masuk KPK pasti akan siap segala resiko, termasuk mati di tangan koruptor," pungkas Boyamin.

Diketahui sebelumnya, penyidik senior KPK Novel Baswedan mengalami insiden nahas sepulang salat subuh. Penyidik yang dikenal berani menangani kasus korupsi besar itu disiram air keras oleh orang tak dikenal.

"Kami mendapatkan informasi tersebut dari pihak keluarga. Sedang dirawat intensif di RS," ujar Febri saat dihubungi merdeka.com, Selasa (11/4).

Banyak yang berspekulasi teror yang menimpa Novel merupakan buntut dari kasus e-KTP. Kasus mega korupsi tersebut saat ini sudah masuk ke persidangan dan menguak nama-nama besar.

Menurut sumber internal KPK, penyiraman Kasatgas korupsi e-KTP itu terjadi bertepatan setelah ketua DPR, Setya Novanto diajukan permohonan cegah.

(mdk/msh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP