Makanan dan bumbu masak kedaluwarsa marak di pasar Solo
Merdeka.com - Makanan dan bumbu masak kedaluwarsa masih banyak dijual di pasar tradisional Kota Solo. Temuan tersebut saat petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Solo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional, Rabu (24/6).
Di Pasar Nongko Solo misalnya, petugas menemukan bumbu masak instan yang telah kedaluwarsa sejak Bulan Maret dan Mei. Di pasar yang menjadi langganan belanja Ibu Negara Iriana Joko Widodo ini juga ditemukan makanan ringan yang dikemas tanpa menggunakan label.
"Sidak ini kami lakukan untuk pembinaan ke pedagang pasar tradisional. Kami masih menemukan banyak makanan yang tidak berlabel, bumbu masak yang kedaluwarsa. Kami hanya meminta pedagang untuk tidak menjual lagi barang-barang tersebut," ujar Kepala Seksi Pengawasan Perdagangan Disperindag Solo, Sri Hening Widyastuti.
Labelisasi makanan, kata Hening, sangat penting untuk memberikan informasi kepada konsumen. Sebagian besar makanan yang dikemas ulang oleh pedagang di pasar tradisional tersebut diperoleh dari pedagang besar dan distributor.
"Kami mengimbau kepada pedagang untuk mengembalikan ke distributor jika ternyata makanan tersebut kedaluwarsa. Makanan ringan produk rumah tangga juga harus mendapatkan izin produk industri rumah tangga," tandasnya.
Selain makanan dan bumbu masak kedaluwarsa, petugas juga menemukan pedagang yang menjual garam tanpa yodium yang tidak diberi tanda. "Garam yang dijual untuk konsumsi manusia itu seharusnya mengandung yodium dan bertanda SNI," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya