Maju pilpres, Rhoma dijegal rekan separtai
Merdeka.com - Deklarasi Rhoma Irama sebagai calon presiden, belum mendapat restu dari Partai Persatuan Pembangunan. PPP sendiri belum berencana mengusung capres berlatar belakang seni.
"Jangan latah, memilih seniman semua. Tidak cukup popularitas. Sembilan tahun kita memilih, karena proses pencitraan semata," kata Sekretaris Majelis Pakar Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan, Ahmad Yani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/11).
Yani mengakui jika Rhoma merupakan salah satu tokoh sentral di tubuh partai berlambang Ka'bah tersebut. Namun untuk menjadi capres, tidak cukup hanya bermodal popularitas.
Menurutnya, kriteria capres PPP adalah sosok yang memiliki kemampuan untuk menyatukan umat beragam, dapat mendamaikan pertikaian horizontal di tengah masyarakat.
"Jadi haknya dia, PPP belum memutuskan. Karena PPP menitikberatkan pada legislatif. 2013 Pertengahan baru bicara capres," ujar Yani. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya