Main pocong di Surabaya terinspirasi film horor Suzana

Reporter : Moch. Andriansyah | Senin, 30 Juli 2012 04:13




Main pocong di Surabaya terinspirasi film horor Suzana
Pocong jadi-jadian. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Aksi unik dan menggelikan Fredo Setioxifano (15), warga Wisma Lidah Kulon, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (28/7) kemarin, sejenak menjadi perhatian. Ulah nakal pocong cilik bersama dua rekan tuyulnya yang menakut-nakuti pengguna jalan di daerah Brantas Hilir ini, memaksa petugas dari Polsek Wiyung menangkapnya.

Namun, usut punya usut, aksi pocong jadi-jadian ini, bukan kali pertama terjadi di Surabaya. Setahun lalu, tepatnya 17-23 Juli 2011, di Jalan Kejawan Lor, Kenjeran, seorang nelayan juga diringkus polisi karena iseng jadi pocong.

Tak hanya di dua tempat ini, di daerah Gayungan, Surabaya, si pocong juga keluar sarang. Bahkan, sekitar 30 tahun silam, di daerah Banyurib aksi pocong juga menjadi mainan iseng anak-anak di kampung tersebut, ketika bulan puasa, atau ketika listrik mati selama berjam-jam.

Ide bermain 'pocong' muncul begitu saja. Di era tahun 80-an, ketika film horor versi Suzana booming, banyak anak-anak usia belasan suka bermain-main dengan kostum pocong menirukan acting Suzana.

Apalagi di daerah Banyurib, saat itu pemukiman penduduk belum terlalu padat, sering muncul penampakan. Tak jarang, warga sekitar yang lagi apes, diganggu penghuni alam ghaoib di daerah tersebut, karena dulunya, perkampungan ini bekas "bong" atau area pemakaman China, yang dijadikan pemukiman penduduk.

Saat itu, juga sempat geger isu kemunculan pocong di lokasi yang disebut warga sekitar dengan nama "Kedukan." Lokasinya di Banyurib Kidul. Karena isu itu, tokoh agama dan masyarakat berkumpul di lokasi tersebut untuk membuktikan kejadian tersebut.

Tak hanya di tempat ini, di area pemakaman yang diapit Jalan Putat Jaya dan Lapangan Buk Abang, Banyurip Kidul, juga sering muncul penampakan hantu pocong.

Nah, sangking boomingnya hantu pocong dan bisa disebut secara spontan, hantu pocong menjadi favorit permainan bocah-bocah belia di Banyurib.

Adalah Budi, yang dulu akrab dengan kostum hantu pocong dan jelangkung. Karena dia yang selalu mengajak teman-teman sebayanya bermain hantu-hantu-an, dan yang memerankan tokoh pocong atau jelangkung.

"Anak-anak dulu menganggap pocongan itu hantu yang lucu dan selalu menjadi cerita. jalannya lompat-lompat terus selalu bilang: culi. Anak-anak juga sering bikin parodi dengan kata: congculiden," kata Sutris menceritakan masa lalu di kampungnya.

Bahkan, di Banyurib Lor Gg XI, ketika perayaan 17 Agustus, sering membuat pentas perjuangan yang selalu diselipi adegan pocong di tengah cerita.

"Kalau malam, lampu sedang mati berjam-jam, anak-anak bikin arak-arakan dengan kostum jelangkung keliling kampung. Dan kalau lagi iseng bikin boneka pocong di ikat di atas pohon jambu," lanjut Sutris.

Kalau ada orang lewat, masih menurut dia, tali yang mengikat tubuh pocong itu dilepas. "Sehingga boneka pocong soalah seperti melayang di tengah gelap. Spontan saja, orang yang baru atau hendak ke musholla ketakutan dan memilih jalan lain."

Namun, permainan iseng itu sudah punah, karena anak-anak jahil di tempat itu banyak yang pindah rumah, bahkan ada yang sudah meninggal. Terlebih lagi, karena pemukiman makin padat, kesan angker di kampung itu juga sudah sirna, dan banyak kaum pendatang.

Seiring perkembangan zaman, di tengah peradaban modern, ternyata budaya iseng ini diteruskan bocah-bocah di tempat lain, di Kota Surabaya, seperti di daerah Wiyung, Kenjeran dan Gayungan.

Sayangnya, mereka ditangkap polisi tak seperti anak-anak Banyurib di masa lalu, meski sama-sama isengnya, polisi tak pernah mendatangi kampung Banyurip karena ulah pocong.

[ian]


Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Cerita sahabat sehidup semati dari Uni Emirat Arab
  • Adi Nugroho - Donita masih rahasiakan lokasi pernikahan
  • Pabrik otomotif asal Ukraina minat ikuti lelang bus Transjakarta
  • Ariel Tatum nangis di ultah Al Ghazali?
  • Hemat BBM, pegawai Pemkot Solo kurangi perjalanan dinas
  • China terancam virus Flu Burung H5N6
  • Kepergok curi motor, Udin tewas dihajar pedagang Pasar Babakan
  • Soal menteri dan jubir presiden, Jokowi minta masukan Pemred
  • Polisi periksa teknisi terkait Transjakarta terbakar di Al Azhar
  • Wow, ternyata kaki dan tangan Ruben Onsu bernilai fantastis!
  • SHOW MORE