Mahfud MD Yakin Ada Kepala Daerah Minta Pilkada Serentak Ditunda
Merdeka.com - Menko Polhukam Mahfud MD yakin seluruh kepala daerah menyetujui Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020. Kendati demikian, ia akui masih ada kepala daerah yang menginginkan Pilkada Serentak ditunda.
"Kalau kepala daerah berdasar monitor kami, hampir seluruhnya setuju. Ya ada 1, 2 lah biasa (minta ditunda), tetapi kalau dilihat presentasenya lebih dari 2/3 bersemangat untuk segera dilaksanakan," katanya di Jakarta, Kamis (11/6).
Selain itu kepada daerah, Mahfud juga meyakini ada pula masyarakat yang inginkan ditunda. Namun, keputusan dilaksanakan Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020 ini untuk kebaikan bersama.
"Di masyarakat sendiri ya kontroversial ada yang setuju, ada yang tidak, itu biasa lah, setiap ada apa-apa pasti ada yang setuju ada yang tidak, semuanya berpikiran baik tetapi menuju kebaikan itu jalannya yang berbeda. Nah itu saja sudah cukup kalau semuanya berpikiran baik, menurut saya pada akhirnya tidak akan menimbulkan konflik," jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah, DPR, dan penyelenggara sepakat Pilkada serentak 2020 digelar pada 9 Desember 2020. Keputusan itu sekaligus menjadi kesimpulan rapat kerja Komisi II dengan Mendagri, KPU RI, Bawaslu RI, dan DKPP RI.
Penyelenggaraan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 telah dituangkan dalam Perppu No.2 Tahun 2020 sebagai penundaan Pilkada akibat Covid-19. Rapat hari ini menegaskan keputusan yang sudah diambil oleh pemerintah dan DPR sebelumnya. Selain itu, penyelenggaraan Pilkada serentak ini sudah mendapatkan saran, usulan dan dukungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui surat B-196/KA GUGUS/PD.01.02/05/2020 tanggal 27 Mei 2020.
"Maka kita tetap sepakat memilih opsi nomor satu pelaksanaan pilkada hari pencoblosan 9 Desember 2020," ujar Ketua Komisi II Ahmad Doli Kurnia dalam rapat kerja virtual, Rabu, (27/5).
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya