Mahfud MD Ungkap Ada Korban Pinjol Ilegal Bunuh Diri, Orangtuanya Mengira Sakit Perut
Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengaku sempat mendapat laporan dari salah satu masyarakat yang menjadi korban pinjaman online ilegal. Dalam laporannya, masyarakat tersebut menceritakan salah satu keluarga mereka sampai bunuh diri lantaran tidak bisa membayar. Bahkan ketika korban sudah meninggal dunia, para penagih tetap meneror mereka.
"Bahkan kepada saya ada laporan ada orang meninggal karena itu tetapi tetap keluarganya diteror suruh bayar, karena pinjam hanya 1,2 juta. Lalu naik, naik, terus meninggal bunuh diri, keluarganya yang nengok diteror. Ini tidak diberitakan karena dirahasiakan kepada orang tuanya di kampung meninggal karena sakit perut," kata Mahfud usai menggelar rapat bersama Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) Komjen Pol Agus Andrianto dan LSPK di Kantornya dalam siaran Youtube Kemenko Polhukam, Jumat (22/10).
Berkaca dari kasus itu, Mahfud meminta masyarakat yang terus diteror penagih pinjaman online segera melapor ke polisi. Jika masih ada yang terlewat oleh Kepolisian, Mahfud meminta agar masyarakat tidak takut untuk melaporkan ulang.
"Saya tahu Polri sangat proaktif. Tetapi kalau masih ada yang terlewat silakan lapor. Proaktif itu sudah banyak sekali laporan-laporan," bebernya.
Mahfud juga meminta kepada para pelaku teror pinjaman online untuk menghentikan aksi mereka. Sebab pemerintah akan mengusut tuntas dan melindungi masyarakat.
"Hentikan teror-teror itu. Saya kira cukup produktif kerja Polri 3-4 hari ini, sehingga melihat hasilnya dan tidak akan pernah berhenti melindungi, karena negara harus hadir melindungi dari cara-cara seperti itu," pungkasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya