Mahfud MD Sebut Penanganan Covid-19 di Indonesia Dulu Dikritik, Sekarang Dipuji Dunia
Merdeka.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam), Mahfud MD menyampaikan dengan banyaknya kritikan yang ditujukan pemerintah terkait penanganan Covid-19 di Indonesia membuahkan hasil membanggakan. Bahkan mendapat pujian dari masyarakat dunia menyusul penurunan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga level 1 tetap harus disikapi dengan bijak.
"Kita juga akui banyak kebijakan yang berubah-ubah. Dari kehidupan normal baru, PSBB, PPKM level 4, 3, 2, 1. Sekarang kita lumayan, bisa seperti ini karena levelnya sudah level 1. Yang penting kita jaga kesehatan. Tapi pemerintah tetap menjalankan tugas menjaga keselamatan rakyatnya. Keselamatan rakyat jadi hukum tertinggi. Sekarang, kita dipuji dunia sebagai negara yang berhasil mengatasi Covid-19," katanya dalam seminar Studium General, di kampus Universitas Semarang (USM), Semarang, Rabu (20/10).
Dia menjelaskan, pemerintah memilih tetap fokus melakukan kebaikan dan menjalankan tugas-tugasnya sebagai abdi negara. Kondisi ini membuat tidak memiliki waktu untuk melayani sebagian netizen yang mengkritik pemerintah.
"Karena dulu kita semua panik. Semua orang diwajibkan pakai masker tapi sulit dapat masker. Kemudian pemerintah dibully aktivis di medsos," ungkapnya.
Sebelumnya penanganan pandemi Covid-19 sempat diragukan masyarakat. Sebab saat awal pandemi, semua orang meragukan adanya wabah virus Corona. Maka dari itu pemerintah berusaha membangun dukungan dalam nuansa keberagaman dan kebhinnekaan.
"Mulai dari rumah sakit yang tidak mau dijadikan tempat perawatan Covid-19. Ada juga yang melawan rumah sakit karena merasa paling benar. Ada yang ditolak pas dimakamkan," terangnya.
Terkait kebijakan pemerintah melakukan pembatasan kegiatan masyarakat banyak yang mengkritik dan mempertanyakan sikap yang tidak melakukan lockdown sekalian.
Di sisi lain kalangan pemuka agama juga sempat menyatakan bahwa Covid-19 merupakan penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya.
"Kalangan agama itu ada yang menganggap kalau dibiarkan sendiri pasti sembuh sendiri. Ada juga bilang harus ada usaha untuk menghindarinya. Dokter kan ada yang mengkritik kegiatan pemerintah dan ada mendukung," tutup Mahfud.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya