Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mahfud MD Janji Bebaskan 3 WNI Disandera Abu Sayyaf

Mahfud MD Janji Bebaskan 3 WNI Disandera Abu Sayyaf abu sayyaf. ©2016 jihadintel.meforum.org

Merdeka.com - Pemerintah Indonesia melalui Kemenko Polhukam berjanji akan membebaskan 3 WNI yang disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Menko Polhukam Mahfud MD menyebut itu sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah atas keselamatan warganya.

Itu disampaikan Mahfud usai memimpin Rapat Koordinasi dengan Kepala BIN Budi Gunawan, Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono. Serta beberapa kementerian seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, perwakilan Kementerian Luar Negeri, kemudian pihak TNI, Kepala PPATK dan lainnya.

"Pokoknya kita akan menyelamatkan karena negara harus bertanggung jawab atas keselamatan warganya," kata Mahfud di kantornya, Jakarta, Selasa (17/12).

Dia menjelaskan, untuk cara atau langkah yang diambil tidak akan disampaikan ke publik. "Apa langkah itu tentu ini rahasia, karena kalau dibuka namanya itu bukan sebuah tindakan untuk pembebasan," ungkap Mahfud.

Mahfud Md melanjutkan, kondisi 3 WNI yang disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf masih terus diamati.

"Mereka tetap dalam penyanderaan dan tetap dalam juga pengintaian intel-intel kita. Pokoknya kita selamatkanlah dulu," kata Mahfud.

Dia menerangkan, segala upaya akan dilakukan pihak Indonesia untuk melakukan penyelamatan. Namun, dirinya tak mau menggunakan batas waktu untuk melakukan penyelamatan tersebut.

"Nanti lah target itu. Kan sudah bagian dari rahasia kita-kita," ungkap Mahfud.

Menurut dia, sejauh ini, komunikasi secara diplomatis terus dilakukan. Terutama ke Filipina dan lainnya.

"Komunikasi jalan, diplomasi antara Kemenlu dengan Filipina jalan, presiden dengan presiden sudah juga pernah menyinggung itu.Kemudian masalah tata penataan laut ini nelayan-nelayan dan juga sudah dianalisis dan sebagainya," pungkasnya.

Sebelumnya, Sudah dua bulan sejak September 2019, tiga WNI menjadi sandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Ketiganya merupakan nelayan Indonesia yang diculik dari Lahad Datu, Sabah.

Tiga nelayan diidentifikasi sebagai Maharudin Lunani (48), putranya Muhammad Farhan (27), dan anggota kru Samiun Maneu (27). Mereka diculik oleh orang-orang bersenjata dari kapal pukat nelayan yang terdaftar di Sandakan, perairan Tambisan.

Kelompok Abu Sayyaf meminta 30 juta peso atau sekitar Rp 8 miliar sebagai uang tebusan.

Seperti diketahui, Abu Sayyaf merupakan kelompok bersenjata yang kerap menculik nelayan yang menguasai wilayahnya. Kelompok ini berdomisili di Filipina, dengan tiga wilayah kekuasaan di daerah Jolo, Basilan, dan Mindanao. Meski begitu, mereka juga kerap berpindah-pindah.

Reporter: Putu Merta

Sumber: Liputan6.com

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP