Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mahasiswa Trisakti minta SBY sahkan gelar pahlawan reformasi

Mahasiswa Trisakti minta SBY sahkan gelar pahlawan reformasi Peringatan tragedi Trisakti. ©2013 Merdeka.com/Vany

Merdeka.com - Setelah 15 tahun berlalu, mahasiswa Universitas Trisakti menganggap penanganan kasus Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 terkesan lamban. Untuk itu, ribuan mahasiswa berencana melakukan demonstrasi ke Istana Negara di Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat pada Rabu siang.

Dengan mengusung tema '15 Tahun Reformasi menuntut Keadilan, Tuntaskan kasus Tragedi Trisakti', mahasiswa kampus reformasi ini menuntut agar Presiden SBY segera menuntaskan kasus tersebut.

"Kita mempunyai empat tuntutan kepada presiden," kata koordinator lapangan, Farhan saat dihubungi, Rabu (22/5).

Keempat tuntutan tersebut adalah, kata Farhan, terdiri dari tuntaskan kasus tragedi Trisakti, menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menandatangani Keputusan Presiden tentang pembentukan pengadilan HAM Adhoc, menuntut kesejahteraan keluarga korban, dan permasalahan gelar dari Pejuang Reformasi menjadi Pahlawan Reformasi.

"Kita menuntut gelar pejuang reformasi diubah menjadi pahlawan reformasi. Karena jika gelarnya dirubah menjadi pahlawan reformasi, pasti akan ada perhatian dari pemerintah," ujar mahasiswa fakultas Ekonomi tersebut.

Ribuan mahasiswa Universitas Trisakti akan melakukan demonstrasi ke Istana Negara. Ribuan mahasiswa tersebut akan menuju Istana Negara dengan menggunakan puluhan Metro Mini dan ratusan sepeda motor.

Keempat mahasiswa Universitas Trisakti yang gugur tersebut adalah, Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendrawan Sie.

Mereka tewas tertembak pada saat melakukan aksi damai memperjuangkan reformasi di dalam halaman kampus Universitas Trisakti, di Semanggi, Jakarta, pada 12 Mei 1998. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP