Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mahasiswa Tolak Keras Aturan Masuk UI Berbayar

Mahasiswa Tolak Keras Aturan Masuk UI Berbayar Mahaiswa Tolak rencana masuk berbayar bagi seluruh kendaraan di Area Kampus UI. ©2019 Merdeka.com/Nur Fauziah

Merdeka.com - Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menolak rencana masuk berbayar bagi seluruh kendaraan di lingkungan kampus Universitas Indonesia. Kampus PNJ berada dalam satu area di lingkungan UI. Sehingga di PNJ pun akan mengikuti apa yang menjadi kebijakan UI.

Saat ini sudah terpasang pintu dan palang parkir di beberapa pintu keluar masuk kampus UI. Mulai dari gerbang utama, pintu Pondok Cina dan pintu PNJ. Mahasiswa PNJ pun menolak rencana yang dianggap memberatkan tersebut.

Mahasiswa pun memasang spanduk penolakan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNJ, Iqbal Fauzan mengatakan, rencana tersebut sudah diketahui sejak tahun lalu. "Sudah dari 2018 lalu kemarin sebenernya wacananya udah dari tahun kemarin, tapi belom direalisasikan. Nah ternyata direalisasikan di UI Salemba dulu, kalau di Salemba diterapkan tidak ada masalah. Tapi kan UI dan PNJ kan beda," katanya, Jumat (5/7).

Pintu tersebut kata dia dipasang ketika mahasiswa sedang libur. Mereka pun mengaku kecolongan atas hal tersebut. "Ini sebenernya kita (BEM UI dan BEM PNJ) kecolongan juga karena dibangunnya saat mahasiswa pada libur ya, jadi tidak ada yang tahu," ungkapnya.

Mahasiswa pun berencana akan melakukan negosiasi ke direktorat PNJ untuk menghapuskan adanya tarif parkir itu. BEM PNJ pun akan lakukan petisi penolakan pembayaran parkir di belakang PNJ melalui online. "Kita akan bicara dengan direktorat masalah keluhan mahasiswa ini," paparnya.

Dikatakan dia, informasi dari DPPF UI, tarif mobil seharga Rp4.000-Rp6.000, kemudian motor dikenakan tarif Rp2.000 satu jam pertama yang selanjutnya dikenakan tarif Rp1.000 hingga maksimal Rp4.000. Dia dan seluruh mahasiswa keberatan dengan hal itu. Sebab di masing-masing fakultas pun mahasiswa sudah membayar parkir. "Jadi kita dua kali dong bayar parkirnya, di belakang PNJ bayar di fakultas juga bayar lagi. Kalau memang alasannya untuk ketertiban, saya rasa tidak harus bayar parkir di depan juga, ini kaya kiasan untuk menghasilkan uang aja," katanya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP