Mahasiswa mogok makan di DPRD DIY minta Rini Soemarno dipecat
Merdeka.com - Kelompok mahasiswa pelbagai perguruan tinggi menamakan aliansi PANAMA di Yogyakarta melakukan aksi mogok makan. Mereka menuntut pemecatan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.
Koordinator aliansi PANAMA, Hendra, menyebut mahasiswa meminta Presiden Joko Widodo memecat Rini Soemarno. Ini harus dilakukan lantaran menteri BUMN tersebut namanya masuk di dokumen Panama Papers.
"Kami siap bertahan meneruskan aksi mogok makan, sampai Rini Soemarno betul-betul dipecat dan ditangkap. Sebelumnya kami aksi mogok makan di UMY, namun istana belum mendengar sehingga mulai hari ini kami mogok makan di gedung wakil rakyat, DPRD DIY. Jika masih belum didengar juga kita akan mogok makan di istana Jakarta. Kita percaya Jokowi akan mendengar suara rakyat untuk segera copot Rini Soemarno," kata Hendra dalam keterangannya, Rabu (20/4).
Hendra menjelaskan, aksi mogok makan ini dilakukan kedua kalinya, setelah sebelumnya lima mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi lakukan aksi serupa di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Ada lima mahasiswa yang lakukan mogok makan, yaitu Angga dari kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Doni dari kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Santos dari kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Pram dari kampus Universitas Widya Mataram dan Edi Manik dari kampus Universitas Teknologi Yogyakarta.
"Kami meminta agar Presiden Joko Widodo membawa kembali ke Indonesia, uang sejumlah Rp 11.400 triliun yang tercatat dalam dokumen Panama Papers, karena uang itu berasal dari Indonesia," katanya.
Menurut dia, kewajiban pajak atas uang Rp 11.400 triliun itu bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat, untuk membangun sekolah, rumah sakit dan fasilitas umum lainnya untuk rakyat.
Aliansi PANAMA juga meminta agar Presiden Joko Widodo menyita dan mengusut tuntas asal usul uang Rp 11.400 triliun. Mahasiswa meyakini uang yang sangat besar itu adalah hasil korupsi, pencucian uang, uang hasil kejahatan narkoba dan lain-lain yang melanggar hukum.
Hendra menambahkan, mahasiswa akan terus bersuara dan memberikan tekanan publik, meminta agar Presiden Joko Widodo memecat Rini Soemarno karena disebut-sebut terlibat skandal Panama Papers.
Aksi Mogok Makan yang dilaksanakan di halaman DPRD DIY disebutkan merupakan bentuk komitmen mahasiswa dalam mengawal isu skandal Panama Papers yang sarat dengan kejahatan keuangan seperti yang diungkap dalam data dokumen Mossack Fonseca. PANAMA tetap bertekad terus melanjutkan aksi mogok makan sampai Rini Soemarno dipecat dan ditangkap.
Sampai saat ini, di berbagai media berita disebut-sebut tercatat Rp 67,4 milliar uang yang dimiliki Rini Soemarno tersimpan di rekening itu dengan status bebas pajak (tax haven).
"Kami tidak mau pemerintahan saat ini ikut terkena dampak dan imbasnya, karena kelakuan menterinya yang diduga melanggar hukum," terangnya.
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya