Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mahasiswa di Medan kembali protes kenaikan BBM pertalite

Mahasiswa di Medan kembali protes kenaikan BBM pertalite Mahasiswa protes kenaikan pertalite di Medan. ©2018 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite terus diprotes. Mahasiswa di Medan, Selasa (3/4), kembali menggelar unjuk rasa menentang kenaikan harga dan kelangkaan premium.

Unjuk rasa kali ini dilakukan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumut. Sebagai simbol protes, mereka menggelar aksi dotomh sepeda motor dari Lapangan Merdeka Medan menuju Jalan Putri Hijau, Bundaran Majestik, kemudian ke Gedung DPRD Sumut.

Ketua Umum KAMMI Sumut, Arri Aliansyah Siregar, mengatakan mereka tidak dapat menerima tindakan pemerintah bersama Pertamina yang telah dua kali menaikkan harga BBM jenis pertalite.

"Pemerintah dan Pertamina selalu berdalih kenaikan ini untuk menyelaraskan dengan harga dunia, seolah-olah tidak ada solusi selain menimpakan beban kepada rakyat. Mereka selalu mengisap darah rakyat," sebut Arri.

Para pengunjuk rasa menyatakan kondisi ini tidak dapat terus dibiarkan. Menurut mereka, kenaikan harga BBM selalu berimplikasi destruktif bagi kondisi perekonomian. "Ini bisa menyebabkan inflasi semakin tinggi, khususnya harga sembako. Lagi-lagi rakyat yang harus menahan derita ini," ungkap Arri.

Kenaikan harga pertalite dinilai semakin mencekik rakyat kecil. Apalagi BBM jenis premium kini semakin langka di SPBU. “Ini strategi perselingkuhan licik antara penguasa neo-lib dan pengusaha kapitalis agar bisa mengambil subsidi dari rakyat," ujarnya.

Awalnya pendemo berencana berunjuk rasa ke kantor PT Pertamina MOR I di Jalan KL Yos Sudarso, Medan. Kenyataaannya mereka berorasi di persimpangan Jalan Putri Hijau dengan Jalan Guru Patimpus dan Jalan Perintis Kemerdekaan.

Selanjutnya, pengunjuk rasa bergerak ke Bundaran Gatot Subroto dan kembali berorasi di sana. Dalam tuntutannya, mereka meminta agar Dirut Pertamina dan Menteri ESDM dicopot.

Puncaknya, mereka juga mengkritik Presiden Jokowi. "Jokowi itu tidak layak meminta dua periode kalau seperti ini," sebut Arri.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP