Mahasiswa ajak pedagang pasar tolak kenaikan BBM
Merdeka.com - Sekitar seratus mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya, Jawa Timur menggelar aksi longmarch menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Massa yang menamakan Forum Perjuangan Rakyat Surabaya (FPRS) itu menggelar aksi jalan kaki di kawasan pasar tradisional Darmo Trade Center (DTC) Wonokromo, Senin (19/3). Mereka juga mengajak pedagang dan masyarakat luas menolak kenaikan harga BBM bersubsidi.
Aksi dimulai dari depan Kebun Binatang Surabaya (KBS), kemudian bergerak melintasi Jalan Raya Wonokromo, menuju DTC.
Tak urung, akibat aksi jalan kaki ini, jalanan sekitar Jalan Diponegoro (depan KBS) hingga Jalan Raya Wonokromo sempat macet total.
Sambil membagikan pernyataan sikap, massa aksi mengingatkan kepada para pedagang maupun masyarakat luas untuk menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi.
"Masyarakat dan pedagang pasar, bapak-bapak tukang becak, kawan-kawan sopir angkot, kenaikan harga BBM jelas akan diikuti naiknya harga-harga sembako. Maka kami mengajak saudara-saudara, bapak-bapak dan ibu-ibu untuk menolak kenaikan harga BBM yang jelas menyengsarakan rakyat," teriak sang orator, Agus di depan DTC.
Meski menyuarakan aksi damai, tentu saja aksi para aktivis ini tetap mendapat kawalan khusus dari para petugas.
Mendapat pengawalan ketat dari puluhan anggota Polisi, aksi longmarch sempat memacetkan arus lalu lintas dari kawasan Jl. Raya Wonokromo depan KBS, sampai dengan mendekati kawasan pasar tradisional DTC Wonokromo. Hingga aksi berakhir sekitar pukul 14.00, demonstrasi berjalan aman. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya