Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Macet parah di Brebes, Kapolda Jateng sebut warga ingin lewat tol

Macet parah di Brebes, Kapolda Jateng sebut warga ingin lewat tol Kemacetan di Brexit Indonesia. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Manajemen arus mudik Lebaran 2016 tengah jadi sorotan banyak pihak, termasuk media asing. Tidak tanggung-tanggung, media asing menyebut kemacetan di Tol Brebes sebagai terparah di dunia.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Polisi Condro Kirono telah melakukan evaluasi perihal kemacetan di tol Brebes saat arus mudik Lebaran 2016. Kapolda menuturkan, kemacetan panjang di tol Brebes timur dan Pejagan dikarenakan volume arus lalu lintas sangat tinggi. Jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Jateng, baik melalui jalan tol maupun Pantura selama tiga hari hampir mendekati satu juta kendaraan.

Dia mengklaim sudah menyiapkan strategi agar tidak terjadi kemacetan. Namun solusi yang ditawarkan tidak dipergunakan pemudik.

"Keluarga kita yang mudik melihat, tetapi tidak mempersiapkan juga jalur-jalur alternatif. Kita sampaikan di awal evaluasi 2015 itu, Pantura sangat lengang. Jalur Selatan lengang. Tapi pemudik yang ingin ke Banyumas dan Purwokerto ingin lewat tol," kata Kapolda Jateng Condro Kirono di sela-sela pemantauan arus balik, di Solo, seperti dilansir Antara, Jumat (8/7) malam.

Dari evaluasi kemacetan parah arus mudik, pihaknya telah menyiapkan sejumlah antisipasi untuk mengurai kemacetan saat arus balik yang mulai menunjukkan peningkatan.

Jika kondisi arus balik macet dan puncaknya diperkirakan Sabtu (9/7) dan Minggu (10/7), enam pintu masuk tol Brebes akan digunakan arus balik semuanya. Otomatis, kendaraan dari arah Jakarta dipaksa keluar di pintu tol Kanci dan akan dialihkan ke jalur Pantura non-tol, sehingga tidak ada pertemuan dengan arus balik.

"Kita juga mobilisasi kendaraan pengurai di setiap Polres yang siap menyisir jalur agar mengetahui dimana terjadi kemacetan. Hal ini dipersiapkan untuk antisipasi arus balik, dan saya yakin akan berjalan lancar," kata mantan Kakorlantas ini.

Untuk persediaan BBM di semua SPBU di Pekalongan, Pemalang Brebes, dan Tegal, pihaknya sudah meminta Pertamina menyiapkan satu tangki mulai Jumat malam.

"Saya juga menambah personel dari anggota Brimob 160 personel yang ditempatkan di setiap SPBU sebanyak 10 orang, yang dinilai rawan rebutan BBM. Kita evaluasi pada arus mudik terjadi rebutan BBM antara pembeli jerigen dan pemudik," katanya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP