Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Macet 2 km akibat truk LPG melintang di Jalur Samarinda-Balikpapan

Macet 2 km akibat truk LPG melintang di Jalur Samarinda-Balikpapan Truk LPG melintang di jalan poros Samarinda-Balikpapan. ©2017 istimewa

Merdeka.com - Truk bermuatan Liquid Petroleum Gas (LPG) berlabel Pertamina berkapasitas 15.000 kilogram, mengalami gangguan mesin, sehingga tidak kuat menanjak sehingga mundur dan berhenti dengan posisi menutupi jalan sekitar kilometer 50 ruas Samarinda-Balikpapan. Sempat terjadi macet panjang hingga 2 kilometer di kedua lajur, Kamis (4/5) siang.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 13.30 Wita siang tadi. Parahnya, tidak jauh dari truk LPG, juga terdapat truk tronton, mogok di tengah jalan. Praktis, kemacetan panjang tidak terelakkan.

"Iya, macet panjang. Saya dari arah Balikpapan, ke Samarinda, memang ada truk elpiji terpalang di tengah jalan," kata salah seorang pengguna jalan, Hanafi, saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (4/5).

"Saya sekitar jam 2 tadi mulai macet. Tapi memang, truk tanki elpiji itu sedang dikerjain, supaya kembali ke posisi semula. Sekitar 15 menit kemudian, sudah mulai normal lagi. Jadi saya mulai jalan jam 2.30 tadi," ujar Hanafi.

Pengguna jalan lain, Sopian juga membenarkan. Dia berjalan dari arah sebaliknya, dari Samarinda ke Balikpapan. Laju kendaraan terhenti, lantaran hambatan truk tanki LPG yang terpalang di tengah badan jalan.

"Saya mau ke Bandara (Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan) di Balikpapan. Tapi kendaraan tidak bisa gerak 1 jam-an. Ya mau bagaimana lagi, tiket saya hangus," kata Sopian.

Poros Samarinda menuju Balikpapan, maupun sebaliknya, memang rawan insiden yang menghambat perjalanan. Selain truk tanki tak kuat menanjak, di saat hujan deras dan angin kencang, juga rawan pohon tumbang.

Apalagi, tidak sedikit warga Samarinda dan sekitarnya, memang terpaksa batal berangkat melalui bandara Balikpapan, gara-gara hambatan di tengah jalan yang tidak terduga.

"Iya ini memang risiko. Sudah beberapa kali saya mau berangkat, terpaksa saya undur, atau saya batal berangkat," demikian Sopian.

Mulai pukul 14.45 Wita, arus kendaraan di kedua lajur kembali normal. Cuaca di ruas jalan itu, dilaporkan cerah. (mdk/ded)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP