Mabes Polri sebut pembubaran demo sesuai SOP
Merdeka.com - Mabes Polri mengaku terpaksa melakukan pembubaran demonstrasi yang berujung bentrokan kemarin. Pembubaran paksa yang berujung bentrok dengan mahasiswa itu juga dinilai telah sesuai standar operational prosedur (SOP).
"Dalam konteks sudah sesuai SOP," kata Karopenmas Mabes Polri M Taufik kepada wartawan, Rabu (283).
Menurutnya, pembubaran paksa yang dilakukan polri dengan menembakkan water cannon dan gas air mata sama sekali tidak melanggar prosedur. Hal ini dilakukan karena para mahasiswa yang menamai dirinya Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (Konami) tidak mau diperiksa tas dan bawaan mereka.
"Mereka mau mendekat ke istana, kami ingin memeriksa bawaan mereka, belum juga diperiksa tapi kami sudah dilempari" ujar Taufik.
Hal itu lah yang memicu terjadinya bentrok antara mahasiswa dengan anggota kepolisian. Mahasiswa yang tetap bersikeras ingin ke istana Merdeka sampai melempari bom molotov ke arah polisi.
"Karena kejadian itu pun anggota kami 17 orang luka dan masih ada sampai sekarang yang dirawat," jelas Taufik.
Sebelumnya, terjadi demo besar-besaran menolak kenaikan BBM. Mahasiswa dan aparat kepolisian berkali-kali terlibat bentrokan di depan stasiun Gambir. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya