Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lumpuh, bujang 60 tahun hidup memprihatinkan di gubuk reyot

Lumpuh, bujang 60 tahun hidup memprihatinkan di gubuk reyot Gusti Komang Nasib. ©2015 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Satu lagi kehidupan miris yang dipertontonkan warga Jembrana. Gusti Komang Nasib (60), warga Banjar Delod Bale Agung, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, cukup memprihatinkan.

Lelaki yang membujang hingga memasuki usia renta ini hidup di gubuk usang dan reyot. Penderitaannya bertambah lengkap sejak dia menderita lumpuh total setahun lalu.

Bujang lapuk ini kini dirawat oleh Sayu Kade Sudarmi (40) keponakannya yang sudah cerai dari suaminya. Bahkan untuk membiayai hidup, Sudarmi yang harus bekerja dengan menjual jajanan dengan penghasilan tidak lebih dari Rp 10 ribu per harinya.

"Penghasilan segitu hanya cukup untuk makan kami berdua. Lauknya juga seadanya. Kadang ikan asin, kadang pula nasi dengan garam saja," ujar Nasib, Senin (6/4) di Jembrana.

Nasib menceritakan, sebelum sakit, dia bekerja sebagai buruh tani di sawah. Biasanya sebelum tanam padi, dia kerap diminta pemilik sawah untuk membersihkan rumput di sawah.

"Kadang saya juga disuruh orang mencari rumput untuk pakanan sapi," katanya lirih.

Namun sejak setahun ini dia sakit dan berawal dari kakinya yang bengkak, lama kelamaan kaku dan tidak bisa digerakkan dan akhirnya lumpuh permanen.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP