Luhut sebut perusahaan siap bayar tebusan WNI disandera Abu Sayyaf
Merdeka.com - Menko Polhukam Luhut Pandjaitan mengklaim perusahaan asal 10 awak kapal tunda asal Indonesia yang disandera Abu Sayyaf di Filipina bersedia membayar uang tebusan sebesar 50 juta Peso yang diminta oleh kelompok garis keras asal Filipina tersebut.
"Iya siap (bayar tebusan)" kata Luhut di Kantornya, Jakarta, Senin (4/4).
Meski demikian, Luhut menjelaskan pemerintah masih terus mempertimbangkan opsi lain dalam upaya pembebasan 10 WNI tersebut. Meski, dia tak mau menyebut apa opsi yang akan diambil oleh pemerintah Indonesia.
"Opsinya sudah ada. Tak perlu saya sebutkan," katanya.
Sementara itu, Luhut menghargai keputusan Filipina yang menolak militer Indonesia untuk turun tangan dalam upaya pembebasan WNI yang telah disandera sekitar dua minggu itu. Sebab, hal itu telah diatur dalam konstitusi negara Filipina yang harus dihormati oleh Indonesia.
"Konstitusi mereka begitu dan kita juga paham itu. Yang paling mungkin nanti bisa kita lakukan kita mungkin memberikan asistensi dari perwira pasukan khusus kita," ujarnya.
Seperti diketahui, Abu Sayyaf meminta tebusan 50 juta peso atau setara Rp 14,2 miliar, dengan tenggat pada 31 Maret 2016. Namun, tenggat waktu itu diperpanjang sampai 8 April 2016.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya