Luhut Pandjaitan akui pernah minta Darmo kaji Freeport
Merdeka.com - Beredarnya transkrip yang diduga percakapan antara Setya Novanto dengan Dirut PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, tak cuma menyinggung nama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla. Perbincangan itu juga menyebut nama Menko Polhukam Luhut Pandjaitan dan Deputi I Kantor Staf Kepresidenan, Darmawan Prasojo, yang biasa disapa Darmo.
Menanggapi kemunculan nama Darmo, dia menyebut memang pernah menyuruh melakukan kajian pada sejumlah perusahaan minerba. Saat itu, kapasitas Luhut masih sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
"Darmo itu deputi I di Kepala Staf Kepresidenan. Saya minta dia lakukan kajian untuk langkah Presiden mengenai Mahakam, Freeport dan Masela," kata Luhut dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (19/11).
Saat itu, kata Luhut, Darmo melakukan pekerjaan kajian yang diperintahkan dengan profesional. Apalagi, kata dia, dalam kajiannya pada tiga perusahaan besar itu, Darmo turut melakukan bersama ahli dari Texas.
"Darmo profesional dan melakukan tugasnya dengan baik sekali. Tidak ada yang bisa bantah dia soal kajian itu karena saya juga cek di tempat lain, dia lakukan juga dengan doktor-doktor di Texas," tambahnya.
Dia pun melihat kajian itu sudah dilakukan dengan baik dan tepat. Bahkan, kata dia, Presiden Jokowi sudah pernah memanggilnya untuk membahas hasil kajian itu.
"Itu yang terbaik untuk negara ini. Saya lihat, keputusan itu betul dan Presiden beberapa kali panggil kami," sambungnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya