LSI: Mayoritas masyarakat tolak kenaikan BBM
Merdeka.com - Rencana pemerintah yang akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada bulan April mendatang mendapat penolakan dari kalangan masyarakat.
Penolakan itu diketahui dari hasil survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Mayoritas masyarakat menolak rencana pemerintah tersebut.
Sebanyak 86,60 persen responden menyatakan tidak setuju apabila harga BBM dinaikkan, sedangkan yang menyatakan setuju (11,26 persen) dan tidak menjawab (2,14 persen).
"Survei menyebutkan bahwa lebih 80 persen responden dari yang berpenghasilan Rp200 ribu hingga Rp2 juta per bulan menyatakan tidak setuju harga BBM naik," kata Peneliti LSI Adjie Alfaraby.
Selain itu, 89,20 persen responden dari kalangan desa dan 77,91 responden dari perkotaan juga menyatakan senada tidak setuju harga BBM naik. Selain itu, lebih dari 65 persen responden dari berbagai latar belakang pemilih parpol pada pemilu 2009 dan berlatar belakang berbagai tingkatan pendidikan juga menyatakan tidak setuju harga BBM naik.
"Survei LSI pada Agustus 2005 terdapat 82,3 persen responden tidak setuju harga BBM naik, serta survei LSI pada Mei 2008 terdapat 75,1 responden dan survei LSI pada Maret 2012 terdapat 86,6 persen responden yang tidak setuju harga kenaikan harga BBM," ujar Adjie.
Survei LSI itu dilaksanakan pada 5-8 Maret 2012 di 33 provisi dengan menggunakan metode "multistage random sampling". Jumlah responden sebanyak 440 orang, serta tingkat kesalahan (margin of error) sekitar 4,8 persen. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya