Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Loyalis Anas sebut Wamenkum HAM pejabat lebay dan arogan

Loyalis Anas sebut Wamenkum HAM pejabat lebay dan arogan Perhimpunan Pergerakan Indonesia. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana meminta loyalis Anas Urbaningrum minta maaf soal tudingan dirinya ke Cikeas sebelum pemanggilan Anas oleh KPK. Namun orang dekat Anas justru kesal karena permintaan maaf harus dilakukan dengan syarat.

"DI itu pejabat lebay dan arogan, minta maaf kok pakai mendikte, maunya sesuai dengan langgam dia. Saya ini orang merdeka," ujar Juru Bicara Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Ma'mun Murod Al-Barbasy, Kamis (8/1).

Menurut Ma'mun, dia bersama Tri Dianto sudah memenuhi permintaan Denny agar minta maaf dalam waktu 1X24 jam. Namun, lanjutnya, Denny malah menuntut permintaan maaf diulang karena dinilai tidak tulus.

"Saya sudah minta maaf sesuai permintaan dan keyakinan DI bahwa tidak ada 'pertemuan Cikeas'," katanya.

Menurut Ma'mun, dirinya tetap memiliki keyakinan bahwa pertemuan itu ada. Untuk itu, katanya, dalam surat permintaan maaf sengaja diberikan syarat bahwa saya minta maaf karena belum mempunyai bukti-bukti.

"Wong KPK yang sudah bekerja cari bukti terkait Anas sudah masuk bulan kesebelas pun belum beres, padahal KPK punya perangkat yang hebat. Bagaimana mungkin saya bisa kumpulkan bukti dalam waktu 1x24 jam," jelasnya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP