Lontarkan ucapan SARA, Seskab Dipo Alam harus dievaluasi
Merdeka.com - Pernyataan bernada SARA yang dilontarkan Sekretaris Kabinet Dipo Alam saat membela Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal penerimaan World Statesman Award, juga menuai kritikan di Parlemen.
Anggota Komisi III DPR Indra mengatakan bukan kali pertama Dipo melontarkan pernyataan kontroversial. Dia mendesak SBY mengevaluasi kerja Dipo.
Menurut politikus PKS itu, sangat mencengangkan seorang pembantu presiden melontarkan pernyataan berbau SARA.
"Kalimat kontroversi Dipo bisa merugikan SBY. Ini dia harus dievaluasi," kata Indra di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (22/5).
Menurut Indra, pernyataan Dipo tidak layak dan tidak patut disampaikan karena tendensius dan berbau SARA. Menurut Indra, siapa pun warga negara punya hak sama mengungkapkan mengkritik, mengoreksi dan menyampaikan pendapat suatu hal kepada presiden.
Sikap pasang badan Dipo, dinilai justru menjadi boomerang untuk SBY. "Hal ini merefleksikan dan menguatkan apapun penghargaan yang akan diperoleh SBY, jadi tidak layak. Karena anak buahnya menyatakan hala seperti itu," kata Indra.
Sentimen Islam dan non-Islam itu bermula dari kicauan Dipo di Twitter. Di media sosial itu, Dipo membela SBY atas kritik Franz Magnis-Suseno, pastor yang juga Guru Besar Filsafat STF Driyarkara.
Dalam suratnya kepada The Appeal of Conscience Foundation, lembaga di AS pemberi penghargaan untuk SBY, Franz Magnis memang mengritik kepemimpinan SBY yang dinilainya abai terhadap kekerasan terhadap kaum minoritas Ahmadiyah dan Syiah.
"Konflik intra Islam sudah ada sejak dulu, tidak perlu dibesarkan isu minoritas ditindas mayoritas. Yang kita tentang adalah tindak kekerasan," kata Dipo membela SBY lewat akun Twitter-nya, @dipoalam49.
Nah, dalam kicauan selanjutnya barulah Dipo mulai menyinggung latar belakang Franz Magnis yang non-muslim.
"Masalah khilafiyah antar umat Islam di Indonesia begitu banyak, jangan dibesarkan oleh yang non-muslim seolah simpati minoritas diabaikan," kicau Dipo.
Tak cukup di situ, mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia ini juga berkicau, "Umaro, ulama dan umat Islam di Indonesia secara umum sudah baik, mari liat ke depan, tidak baik pimpinannya dicerca oleh yang non-muslim FMS." (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya