Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Longsor dan banjir di Sibolga, ibu hamil dan dua anak tewas

Longsor dan banjir di Sibolga, ibu hamil dan dua anak tewas Ilustrasi Banjir Bandang. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Hujan deras memicu bencana longsor dan banjir di Kota Sibolga, Sumatera Utara. Seorang ibu hamil dan dua anak dilaporkan tewas dalam peristiwa itu.

Longsor terjadi di Kampung Baru, Lingkungan VII, Kelurahan Aek Manis, Sibolga, Senin (26/3) malam. Sekurangnya 4 unit rumah tertimbun material longsor.

Berdasarkan informasi dihimpun, korban tewas bernama Linda (32) yang tengah mengandung 7 bulan. Putrinya, Citra Pane, juga tewas. Sementara putrinya yang lain Audi Pane, terluka parah akibat peristiwa itu. Saat kejadian, Linda dan anak-anaknya sedang menonton televisi di rumah.

"Tiba-tiba dinding rumah mereka diterjang longsor. Korban tertimpa dinding dan material longsor," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sibolga, Juangon Daulay, Selasa (27/3).

Dia mengatakan, longsor terjadi di saat hujan deras mengguyur kawasan Sibolga. Hujan turun sejak pukul 15.00 WIB dan baru berhenti pada dini hari tadi.

BPBD Kota Sibolga mendeteksi tujuh hingga delapan titik longsor di kota itu. "Yang paling parah di Kelurahan Aek Manis, karena ada korban jiwa dan korban luka di sana," kata Juangon.

Selain longsor, hujan deras juga memicu banjir di di Kelurahan Aek Muara Pinang, Sibolga Selatan. Seorang bocah berusia 1 tahun tewas setelah terseret air.

"Namanya Aura Boru Harahap. Dia terseret arus saat akan mengungsi bersama keluarganya. Jenazahnya sudah ditemukan," ujar Juangon.

Seluruh korban tewas sudah disemayamkan di rumah duka. Sementara korban luka masih mendapat perawatan di rumah sakit.

BPBD segera melakukan evakuasi terhadap rumah yang tertimbun longsor. Mereka menerjunkan 45 personel dibantu aparat kepolisian dan TNI.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP