Lobi Agar Persikasi Promosi ke Liga 2, Wasit Hingga Manajemen Diciduk
Merdeka.com - Satgas Anti Mafia Bola kembali bergerak. Enam orang diciduk karena terbelit kasus pengaturan skor di pertandingan sepak bola Liga 3 Indonesia antara Preses Sumedang melawan Persikasi Bekasi di Stadion Ahmad Yani, Rabu (6/11).
Ketua Satuan Satgas Anti Mafia Bola, Brigjen Hendro Pandowo menerangkan, keenamnya diringkus pada 22 November 2019 kemarin meliputi wasit, manajemen Persikasi Bekasi, dan PSSI Jawa Barat.
"Penyidik pertama menangkap wasit berinisial DSP. Kemudian tiga orang pengurus Persikasi Bekasi berinisial PT, HR, dan SH. Selanjutnya MR. Terakhir dari PSSI Jabar bagian perwasitan inisial DS," ucap Hendro, di Polda Metro Jaya, Kamis (28/11).
2 Buron
Hendro menyebut terdapat dua orang lagi yang masih diburu. Mereka adalah orang-orang yang bekerja di PSSI.
"Masih dua DPO dari PSSI adalah saudara TAHA, seorang perantara dan HN Esco PSSI Jabar," ucap dia.
Pengaturan Skor
Dalam perkara ini, keenam tersangka diduga saling melobi untuk memenangkan Persikasi Bekasi agar bisa naik ke Liga 2. Manajemen Persikasi diduga menyerahkan uang Rp 12 juta untuk memuluskan rencananya tersebut.
"Terjadi suap, pemberian uang dan terjadi pengaturan skor. Ini awalnya inisiatif dari manajemen Persikasi Bekasi. Tapi kan tidak akan terjadi kalau tidak ada orang lain yang mau diajak kerjasama. Sekarang lagi kami dalami per orang dapat berapa," ucap dia.
Terancam 5 Tahun Penjara
Keenam tersangka dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan atau Pasal 55 KUHP. Ancamannya 5 tahun Penjara.
"Kami sudah lakukan penahanan di Rutan Polda Metro Jaya," tutup dia.
Reporter: Ady Anugrahadi
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya