Lita tewas mengenaskan, sang ayah depresi
Merdeka.com - Kasus kematian Lita Dewi Utari (22) dengan tragis mengguncang keluarganya. Sang ayah, Sambas (70) kabarnya sangat terpukul atas meninggalnya Lita.
Jasad Lita merupakan karyawati di toko aksesoris ponsel itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan mengenakan celana panjang hitam. Dia tinggal di Kampung Kebon Biaya, Desa Pangkalan, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. Menurut paman Lita, Iwan Rusidon, Sambas kini tengah depresi berat.
"Ayahnya terpukul banget, depresi melihat jasad anaknya. Kalau ibunya sudah lama meninggal," kata Iwan, Rabu (3/8).
Iwan mengatakan, pada 21 Juli 2016, Lita pamit bekerja. Dia berangkat sekitar pukul 05.00 WIB.
"Lita diantar sampai Kampung Melayu, Tangerang, dekat Polsek Teluknaga, lalu dia nyambung angkot ke Bandara Soekarno-Hatta," ujar Iwan.
Lita bekerja sebagai penjaga toko aksesoris ponsel di Terminal 1 C Bandara Soekarno-Hatta. Adapun perusahaan tempat Lita bekerja bernama PT Surya Kencana Loka. Kantor pusatnya di Jalan Daan Mogot kilometer 19,6.
"Sudah tiga tahun kerja di sana. Masuk sekitar pukul 06.00, dan pulang sekitar jam 15.00, biasanya minta dijemput lagi sama kakaknya," ucap Iwan.
Sekitar pukul pukul 08.00 WIB, kantor Lita menghubungi keluarga Lita. Atasannya menanyakan mengapa Lita tidak masuk kerja.
"Kenapa telepon keluarga, karena ponselnya Lita mati, enggak bisa ditelepon. Kami pun keesokan harinya melaporkan bahwa Lita hilang," tutup Iwan.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya