Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Listrik ramah lingkungan Slamet dibuat dari sabut kelapa

Listrik ramah lingkungan Slamet dibuat dari sabut kelapa listrik. merdeka.com

Merdeka.com - Meski hanya mengenyam pendidikan di bangku sekolah dasar (SD), tak membuat Slamet Hariyanto, berhenti berkarya. Meski usianya sudah menginjak 51 tahun, Slamet justru membuat dunia tercengang. Warga Desa Ngroto, Kec Pujon, Malang, Jawa Timur ini, menciptakan alat Pembangkit Listrik Tenaga Hampa (PLTH).

PLTH yang diciptakan Slamet ini, tidak menggunakan media Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti pembangkit listrik pada umumnya. Slamet menggunakan karbon yang dihasilkan dari serabut kelapa. Karbon tersebut berfungsi sebagai baterai, yaitu alat yang bisa menghasilkan listrik.

Meski hanya menggunakan tenaga baterai, PLTH yang diciptakan Slamet ini mampu menghasilkan tenaga listrik 1000 hingga 13 000 watt. Rinciannya, 1 fuse (sekreng) menghasilkan 220 volt dengan kapasitas 1000-6000 watt. Sedangkan 3 fuse menghasilkan 380 volt (6000 – 13 000 watt).

Tak urung, atas hasil karya Slamet ini, Bupati Malang, Rendra Kresna memberi apresiasi cukup tinggi. "Saya, secara pribadi memberikan apresiasi yang begitu tinggi kepada Slamet. Sebab dia mampu menciptakan teknologi terbaru yang begitu luar biasa, yaitu membuat PLTH tanpa menggunakan BBM. Yang unik, peralatannya dibuat dari barang bekas,” kata Rendra Bangga, Rabu (25/7).

Menurut Rendra, Slamet mungkin satu-satunya warga Indonesia yang mampu menciptakan tenaga listrik ramah lingkungan, karena tanpa menggunakan BBM sebagai penggerak listriknya.

"Untuk itu, dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Malang akan membantu Slamet melalui Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk segera mematenkan alat pembangkit listrik yang dibuatnya itu."

Sehingga dengan dipatenkannya alat itu, masih menurut dia, nantinya bisa diproduksi secara masal. "Kami pun mengerti jika Slamet ini menolak pesanan dari berbagai perusahaan, sebab dia takut ciptaannya itu dijiplak oleh orang lain, karena belum dipatenkan."

Selain itu, sang bupati juga mengaku, secara pribadi memberikan bantuan Rp 15 juta. Dia berharap bantuan tak seberapa itu, bisa digunakan untuk menambah modal Slamet.

"Teknologi yang diciptakan Slamet, merupakan keberhasilan warga Kabupaten Malang dalam menciptakan alat yang memang sangat dibutuhkan masyarakat. Dan dalam waktu dekat ini, Pemkab Malang juga akan segera memesan PLTH buatan Slamet. Sebab, di wilayah Kabupaten Malang masih ada puluhan desa yang hingga kini belum teraliri aliran listrik," tegas Rendra menutup pembicaraan. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP