Liput kecelakaan di Samarinda, jurnalis televisi diancam preman
Merdeka.com - Muhammad Rizki (22), seorang jurnalis televisi Kaltim TV grup MNC Media di Samarinda, Kalimantan Timur, melapor ke Polsekta Samarinda Ilir, Sabtu (11/3).
Dia diintimidasi preman dari sebuah ormas, saat meliput truk tangki solar, menyeruduk rumah warga pagi tadi.
Rizki mendatangi Polsekta Samarinda Ilir sekira pukul 14.00 WITA siang, masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK). Usai melapor, dia menerima surat tanda terima laporan bernomor LP/K/60/III/2017/Kaltim/Resta Smd/Sek Smd Ilir.
Rizki mengatakan, kejadian itu dia alami sekira pukul 07.15 WITA. Saat itu, dia usai mengantar adiknya ke sekolah. Di perjalanan, dia melihat truk terperosok menghantam rumah warga di tanjakan Gunung Manggah, Jalan Otto Iskandardinata.
"Saya inisiatif meliput, pakai id card pers Kaltim TV. Waktu saya keluarkan kamera, saya diteriakin kamu wartawan ya. Saya perhatikan, orang itu bertopi salah satu ormas, yang menjaga truk di lokasi," kata Rizki kepada merdeka.com di Polsekta Samarinda Ilir, Sabtu (11/3).
"Jangan meliput di sini, sana pergi. Kemudian saya tanya, apa alasannya dilarang meliput? Ini kan peristiwa. Tidak ada yang jawab. Ada sekitar 5-6 orang yang mengelilingi saya," ujar Rizki.
Salah seorangnya, lanjut Rizki, menebar ancaman. "Daripada kamera hancur, mending kamu pergi. Saya pilih agak menjauh, ada yang mendekat tarik baju saya, ada yang menempelkan kepalan tangan di perut saya," tambahnya.
Tidak hanya menebar ancaman, diantara dari para pelaku, juga memeriksa rekaman di kamera Rizki. "Saya bilang, ini saya tidak ada merekam. Tapi suasana saat itu sudah lain. Karena belum ada polisi dan teman wartawan lain, saya pilih pergi," terang Rizki.
Pasca kejadian, Rizki melapor ke kantornya, dan merekomendasikan untuk melapor ke kepolisian. "Kantor sudah tahu, dan persilakan lapor ke polisi. Intinya, berkeberatan dilarang meliput, dihalang-halangi meliput," sebut Rizki.
Ketua IJTI Kaltim Suryatman dalam keterangan resminya, juga meminta jurnalis bersangkutan, untuk melapor ke kepolisian. "IJTI meminta korban menindaklanjuti ke kepolisian. Tim IJTI Kaltim juga melakukan tindaklanjut laporan itu," ujar Suryatman.
Sementara, Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ilir Ipda Purwanto memastikan, tengah menyelidiki laporan Rizki. "Laporan kami terima, kami sedang langkahkan penyelidikan, mencari tahu pelakunya," demikian Purwanto.
Keterangan di lapangan, truk tangki itu diduga memuat solar ilegal. Truk itu nahas saat akan menanjak, dan akhirnya mundur hingga menyeruduk rumah warga sekira pukul 04.00 WITA pagi tadi.
Tidak ada korban dari peristiwa itu. Truk sempat akan ditarik oleh sekelompok ormas, namun akhirnya dilarang kepolisian yang datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP. (mdk/hrs)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya