Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Limbah asal Korsel dibuang ke Kali Lamong, 3 tersangka dibekuk

Limbah asal Korsel dibuang ke Kali Lamong, 3 tersangka dibekuk Ilustrasi limbah nuklir. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Polrestabes Surabaya menangkap tiga tersangka pembuang limbah cair ke Kali Lamong, Jumat (14/7). Limbah tersebut diketahui diimpor dari Korea Selatan (Korsel).

"Sesuai dengan dokumen yang disita penyidik, diperoleh informasi bahwa limbah tersebut tercatat sebagai emultion oil yang berasal dari Korea Selatan (impor)," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga kepada merdeka.com.

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari Ketua Paguyuban Rusunawa Romokalisari Heri Supriyanto.

Modus yang digunakan para pelaku yaitu membawa kontainer berisi limbah cari ke Jembatan Rusunawa Romokalisari, Benowo dan membuang limbah tersebut ke Kali Lamong.

Sementara limbah yang belum sempat dibuang, disimpan di Depo PT Indra Jaya Swastika, Jalan Kalianak Barat No 57 Surabaya.

Ketiga tersangka yang diamankan adalah Mohamad Faizi als Faiz (41), warga Desa Raci Wetan, Kecamatan Bungah, Gresik. Dia merupakan pemilik limbah dan yang memerintahkan kedua tersangka untuk membuang ke sungai.

Hadi Sunaryono (49), warga Jalan Sunan Giri, Kebomas, Gresik dan Soni Eko Cahyono (38), warga Jalan Sedayu Krembangan, berperan sebagai pembuang limbah.

Polisi berhasil menyita satu truk, satu mobil, empat kontainer, dokumen terkait, uang tunai Rp 1,1 juta, tiga HP, dan dua sampel limbah.

Ketiganya dikenakan Pasal 104 dan atau Pasal 105 dan atau Pasal 107 UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Penggelolaan Lingkunga Hidup.

Akibat aksi tak bertanggung jawab tersebut, sedikitnya 29 warga Rusunawa Romokalisari menjadi korban. Mereka mengalami gangguan pernapasan, mual, muntah, demam, menggigil dan sakit pada ulu hati. Merek akini dalam perawatan medis.

"Dua dari korban dirawat inap di ruamh sakit karena alami sakit yang lebih parah atas nama Rodiah dan Widowati. Terdapat ratusan ikan berbagai jenis yang mati mengambang di TKP," pungkas Shinto. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP