Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lima Tenaga Medis di Bekasi Terpapar Virus Corona

Lima Tenaga Medis di Bekasi Terpapar Virus Corona RS Pertamina Jaya. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Sebanyak tiga perawat dan dua dokter yang bertugas di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Bekasi terkonfirmasi terinfeksi virus corona. Mereka sekarang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri di rumahnya.

"Penyebab terpaparnya dari mana masih ditelusuri," kata Juru bicara pusat informasi dan koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah pada Kamis (16/4).

Kelima tenaga medis itu sehari-hari bertugas di Puskesmas Wanasari di Kecamatan Cibitung dan Puskesmas Mangunjaya di Kecamatan Tambun Selatan. Saat ini, dua perawat dan satu dokter menjalani isolasi mandiri. Sedangkan, satu dokter dan satu perawat dirawat di rumah sakit di Bekasi dan Jakarta.

"Semuanya kondisinya stabil," ucap Alamsyah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, jumlah kasus positif Covid-19 sekarang mencapai 50. Rinciannya 14 sembuh, delapan meninggal dunia, 13 dirawat di rumah sakit, sedangkan 15 isolasi mandiri di rumah.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan sebanyak 1650, pasien dalam pengawasan 514, orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 159. Pemerintah berharap dengan diberlakukannya PSBB, penyebaran Covid-19 dapat ditekan.

10 Titik Dapur Umum Didirikan

Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menetapkan sebanyak enam kecamatan diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) maksimal karena tingginya angka kasus Covid-19. Karena itu, di enam wilayah tersebut didirikan sebanyak 10 dapur umum.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengatakan, keenam kecamatan itu antara lain Tambun Selatan, Cibitung, Cikarang Utara, Cikarang Selatan, Cikarang Barat, dan Cikarang Pusat. Keenam wilayah sekarang disebut sebagai zona merah karena sebarannya telah merata.

"Dapur umum didirikan di enam kecamatan yang masuk zona merah, dengan tujuan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar selama masa PSBB di Kabupaten Bekasi," kata Eka di Cikarang pada Kamis (16/4).

Dia mengatakan, setiap hari ada aktivitas memasak di dapur umum. Hasil produksinya kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pembagiannya, kata dia, melibatkan pengurus lingkungan yang memahami wilayah.

"Kami sudah memiliki data dari Kepala Desa, RW maupun RT untuk mengantarkan kerumah masing-masing. Jadi tidak akan ada titik kerumunan masyarakat setiap pembagian nasi bungkus," kata dia.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP