Lima tahanan Polsek Denpasar Barat kabur usai jebol plafon sel kamar mandi
Merdeka.com - Lima tahanan Polsek Denpasar Barat (Denbar) kabur dengan cara menjebol plafon kamar mandi dalam sel, Senin (4/6) subuh. Kelimanya tahanan yang kabur terdiri atas beberapa kasus.
Mereka adalah M. Akbar, M Alfan, M Rifa'i yang ditahan karena kasus pencurian dan pemberatan. Dan M. Jubair kasus Penggelapan, serta Wilson Kenedi dengan kasus pencurian biasa.
Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo mengatakan, para tahanan tersebut kabur saat petugas kepolisian sedang istirahat. Menurut dia, kejadian tersebut sudah direncanakan tahanan itu.
Dari hasil penyelidikan plafon yang bobol tersebut awalnya dipukul, lalu di potong atau digergaji menggunakan paku. Setelah lepas mereka pasang lagi dengan menanahanya menggunakan bekas odol. Selanjutnya kabur lewar atap genteng, kemudian memisahkan diri.
"Awal kejadian iya anggota yang menemukan di dalam ada 3 sel. Selain itu, di dalam itu ada sekitar 15 tahanan tapi yang kabur hanya 5 orang. Tahanan yang lain tidak tahu karena tidak dibangunkan," kata Hadi, Senin (4/6).
Untuk dugaan awal, yang menjadi otak kaburnya lima tahanan tersebut adalah pelaku yang bernama M. Jubair. Selain memeriksa saksi-saksi, anggota polisi yang pada waktu itu bertugas juga diperiksa.
"Sementara ada 8 orang anggota yang masih di periksan. Kalau ada kelalaian kami akan berikan sanksi," ujarnya.
Untuk pentunjuk, dia memperkirakan para tahanan tersebut masih ada di Bali. Maka pihaknya, sudah berkoordinasi dengan para Kepolisian di Pelabuhan Gilmanuk, Pelabuhan Padang Bai, Pelabuhan Benoa, dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, agar para tahanan tersebut tidak bisa kabur keluar Bali.
"Kalau dalam 1 kali 24 jam, mereka tidak menyerahkan diri, kita akan melakukan tindakan tegas kepada mereka (Tembak)," tukasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya