Lima hari, enam warga jadi korban penembakan misterius di Magelang
Merdeka.com - Sedikitnya enam orang menjadi korban penembakan orang tidak dikenal di Jalan Pemuda Kota Magelang, Jawa Tengah. Penembakan tidak dilakukan dalam satu hari melainkan berjenjang, mulai dari Sabtu (16/4) hingga Rabu (20/4) malam. Penembakan diduga menggunakan senapan angin atau "air softgun" berlangsung pada malam hari saat pertokoan di kawasan tersebut mulai tutup.
Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto mengatakan, aksi penembakan diduga menggunakan senapan angin. Sebab pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif maupun pelakunya.
"Kami telah sebar intel dan Resmob untuk mencari pelakunya," katanya di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (21/4).
Seperti dilansir dari Antara, dia menuturkan hingga saat ini ada empat korban yang telah dimintai keterangan. Korban tersebut kebanyakan wanita dan kejadian dilakukan menjelang toko tutup. "Saksi yang telah kami periksa antara empat hingga lima orang. Harapan kami segera pelakunya terungkap," kata Edi.
Untuk diketahui, kejadian pertama terjadi Sabtu (16/4), karyawan Apotek Enggal, Agustri Purnami (28) warga Dusun Tegal, Rejopanjang, Ambarawa bermaksud pulang menuju rumah kos di Bogeman, Kota Magelang. Usai menutup apotek dia bermaksud pulang dengan menyeberangi jalan baru berjalan 10 langkah, tiba-tiba dikejutkan dengan suara letusan.
Beberapa menit kemudian, Agustri merasakan nyeri di pinggang bagian kiri dan setelah dilihat mengalami luka memar. Dia terus pulang dan sampai di rumah kos diberi tahu pemilik rumah bahwa terkena luka tembak, kemudian dibawa menuju RSUD Tidar untuk diobati. Namun setelah dilakukan rongent tidak ada peluru atau benda yang masuk di pinggangnya.
Pada malam yang sama Dwi Mega S (16) warga Karanggading, juga menjadi korban penembakan. Cerita bermula saat dia usai makan di kawasan Alun-Alun Kota Magelang. Saat berjalan sampai di kawasan Pecinan, tiba-tiba dikejutkan dengan suara letusan, dan bersamaan itu merasakan kesakitan di paha bagian kanan hingga tidak bisa berjalan.
Saat itu, dengan meminta bantuan tukang ojek, dibawa menuju RSUD Tidar. Namun setelah dirongent juga tidak ditemukan benda pada bekas yang terluka tersebut. Dua kejadian aksi teror diduga penembakan tersebut terus dilaporkan ke Polres Magelang Kota. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya