Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lihat CCTV, polisi Australia tak bisa analisa wajah penyerang Novel

Lihat CCTV, polisi Australia tak bisa analisa wajah penyerang Novel Novel Baswedan dirujuk ke RS JEC Menteng. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Tim penyidik Polda Metro Jaya telah mengirimkan surat ke kepolisian Australia. Mereka meminta bantuan untuk menganalisis CCTV kasus penyiraman air keras penyidik KPK Novel Baswedan.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, hasil CCTV sudah dibalas namun hasilnya tetap tidak bisa terlihat jelas siapa pelaku penyiraman Novel. "CCTV sudah dibalas dari AFP Australia jadi yang bersangkutan hasilnya tetap tak bisa kita lihat dengan jelas," kata Argo di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (15/8).

Pihaknya juga belum mengetahui apakah akan meminta bantuan negara lain terkait penyelidikan CCTV. "Tergantung penyidik," tandasnya.

Sebelumnya, Tim penyidik Polda Metro Jaya telah mengirimkan surat ke kepolisian Australia. Mereka meminta bantuan untuk menganalisa CCTV kasus penyiraman air keras penyidik KPK Novel Baswedan.

"Surat yang dikirim Polda Metro ke Kedubes Australia dan AFP (Australian Federal Police) sudah diterima. Surat itu akan diterjemahkan dan dikirim ke Australia," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Senin (7/8).

Surat permohonan itu untuk meminta bantuan teknologi memeriksa CCTV. "Nanti ada 3 CCTV yang akan diperiksa di sana," ungkapnya.

Menurut Argo, CCTV itu memiliki tingkat resolusi rendah. "Kami tak bisa memeriksa ya, karena resolusinya rendah," kata Argo.

Argo menambahkan, pihaknya akan ke Singapura untuk memintai keterangan pada Novel. "Kami siap saja untuk pemeriksaan ke Singapura. Kami menunggu dari pemimpin KPK terkait perizinannya," tandas Argo.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP