Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Libur panjang, wisatawan di Pulau Sabang banyak tak dapat hotel

Libur panjang, wisatawan di Pulau Sabang banyak tak dapat hotel Benteng peninggalan Jepang di Pulau Sabang Aceh. ©2015 merdeka.com/afif

Merdeka.com - Pulau Sabang mulai dipadati wisatawan yang hendak menghabiskan masa liburan panjang.

Diperkirakan, lebih dari 15 ribu wisatawan sudah memadati pulau Weh paling barat Indonesia. Akibatnya, pihak perhotelan tidak mampu menampung semua tamu yang datang ke Sabang.

Wisatawan yang berkunjung ke Sabang datang dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Mereka mayoritas datang dari Sumatera, Jakarta dan sejumlah daerah lainnya. Tak hanya itu, sejumlah wisatawan mancanegara yang memang sudah rutin berlibur di Pulau Sabang juga datang.

Kepala UPTD Pelabuhan Ulee-Lheue, Banda Aceh Misdarianto memperkirakan sudah ada 15 ribu lebih wisatawan yang sudah terangkut ke Sabang melalui pelabuhan. Jumlah tersebut diprediksi akan terus meningkat, mengingat libur panjang di awal bulan Mei hingga hari Minggu.

"Kita memperkirakan sudah mencapai 15 ribu wisatawan sudah terangkut ke Sabang. Ini kita perkirakan akan terus bertambah,” kata Misdarianto di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (6/5).

Misdarianto menambahkan, pihaknya telah menambah jumlah keberangkatan kapal yang akan menuju ke pulau tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh wisatawan bisa terangkut.

"Kapal Cepat Express Bahari dan Express Cantika kemarin berlayar dari Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh dan sebaliknya sebanyak enam kali, sedangkan kapal lambat berlayar 7 kali. Kita akan tambah sesuai dengan tamu yang ada," jelasnya.

Misdarianto mengingatkan, wisatawan dalam melakukan perjalanan agar selalu mematuhi rambu-rambu pelayaran. Sehingga perjalanan bisa lebih nyaman dan yang lebih penting selamat sampai tujuan.

Selain itu, Misdarianto mengingatkan kepada penumpang agar membeli tiket pada loket atau petugas resmi. Dia meminta agar tidak memberli tiket dari calo, karena tiket di loket tersedia sebanyak apapun jumlah penumpang.

"Semua akan kita bawa penumpang ke Sabang. Beli tiket pada loket resmi dan petugas resmi," terangnya.

Akibat melonjaknya jumlah wisatawan, semua hotel di Sabang sudah penuh. Sehingga pengunjung ada yang tidak mendapatkan penginapan, mereka terpaksa harus memilih pengingapan di rumah warga.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Perwakilan Kota Sabang Teuku Indra mengatakan hal yang sama.

"Semua penginapan di Sabang penuh, banyak wisatawan yang memasankan kamar kita alihkan ke hotel lain dan home stay," kata Ganeral Manager (GM) Hotel Sabang Hill itu.

Ia menyebutkan, akhir-akhir ini memang ada banyak home stay sudah bermunculan di Sabang. Bisnis home stay ini dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat. ""Ini langkah maju dalam perkembangan industri pariwisata Sabang," kata dia. (mdk/hrs)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP