Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lettu Wiradhy korban helikopter TNI dikenal cerdas dan sederhana

Lettu Wiradhy korban helikopter TNI dikenal cerdas dan sederhana Lettu Wiradhy. ©2016 merdeka.com/adi nugroho

Merdeka.com - Letnan Satu CPN Wiradhy Tri Darwoko, gugur usai kecelakaan helikopter di Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3) kemarin. Personel TNI Angkatan Darat ini dikenal cukup cerdas, namun sederhana.

"Dia lulusan Akmil (Akademi Militer) 2013 lalu. Anaknya memang cerdas, meskipun bukan peraih Adimakayasa. Kecerdasan sudah terlihat sejak dari SD sampai SMA karena juara terus," kata paman Almarhum Lettu Wiradhy, Asep (50) saat ditemui merdeka.com, Senin (21/3).

Asep mengatakan, meskipun lulus Akmil tak membuat perubahan sikap Lettu Wiradhy menjadi sombong atau angkuh. Bahkan, sosok sederhana masih ditunjukkan hingga pangkatnya naik menjadi balok 2.

"Kalau pulang enggak neko-neko. Pakaian biasa, celana pendek, kaus, pakai topi, lalu pergi bermain," kata Asep.

Kesederhanaan Lettu Wiradhy juga tampak dari rumah yang ditinggali bersama ke dua orang tuanya, Pringgono (57) dan Nung Nurhasanah (53). Itu terlihat dari rumah sederhananya berukuran sekitar 3X5 meter.

"Biasanya kalau pulang juga mengajak mancing di laut. Enggak pernah macam-macem. Sangat menurut kepada orang tuanya," ujar Asep.

Berdasarkan pantauan merdeka.com, saat ini rumah duka di Komplek Sapta Taruna Kementerian PU, RT 3 RW 34, Kelurahan Bojongrawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, sudah mulai didatangi para pelayat. Tampak sejumlah karangan bunga menghiasi halaman rumah sederhana milik orang tua almarhum.

Helikopter milik TNI Angkatan Darat jenis Bell 412 EP nomor HA 5171 mengalami kecelakaan di Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3) sekitar pukul 17.55 WITA. Helikopter buatan Amerika Serikat itu ditumpangi 13 orang disambar petir karena cuaca buruk.

(mdk/ang)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP