'Lawan korupsi bisa dimulai dari dapur'
Merdeka.com - Keluarga menjadi garda pertama dalam pemberantasan korupsi. Nilai-nilai antikorupsi seperti kejujuran, kesederhanaan, kerja keras dan lain-lain pertama kali ditanamkan di lingkup keluarga.
Dengan semangat menggelorakan perlawanan terhadap korupsi, penari Ine Arini akan berkolaborasi dengan komposer Ade Rudiana akan mengusung pertunjukan seni yang menitikberatkan pada peran keluarga dalam pencegahan korupsi.
Pertunjukan tersebut akan menjadi bagian dari acara pembentangan kain #PercaIntegritas di Alun-alun Bandung, Kamis (10/12). #PercaIntegritas merupakan rangkaian Festival Antikorupsi 2015.
Dalam pertunjukannya, penari Ine Arini dan komposer Ade Rudiana akan melibatkan lebih dari 100 orang peserta. Mereka akan memainkan alat musik dari alat-alat dapur seperti katel atau wajan yang bertuliskan ‘Prung! Abdi Moal Korupsi’ (Ayo! Saya tidak akan Korupsi).
"Setiap anak cucu kita dimulai dari dapur. Di sana, ibu mengolah makanan dengan penuh doa dengan harapan bahwa anak cucunya akan menjadi putra bangsa terbaik. Hadirlah gerakan ibu antikorupsi. Saya langsung ambil katel untuk menyimbolkan ini," kata Ine.
Dosen Tari ISBI Bandung itu menambahkan, prosesi tersebut sebagai komitmen seorang ibu, bahwa ibu yang terlihat lembut itu sebenarnya memiliki gelora yang tak pernah padam, termasuk dalam melawan korupsi.
Ade menambahkan, peralatan dapur seperti ketel yang dimainkan dalam peringatan hari antikorupsi sebagai ekspresi dari suara seorang ibu untuk melawan korupsi. Ade mengatakan, jika Ine mengekspresikan semangat antikorupsi tersebut lewat gerak atau tarian, maka dirinya mengekspresikannya lewat peralatan dapur.
"Ini tantangan buat saya. Saya akan berbicara dengan hanya alat dapur. Protes saya lewat ketel ini. Ketel ini mampu bersuara lebih banyak dari bunyinya. Ini sangat dahsyat," katanya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya