Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Latihan penyelamatan TNI AL berujung maut di Sidoarjo

Latihan penyelamatan TNI AL berujung maut di Sidoarjo Simulasi KRI Cakra 4 tenggelam. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Suasana di Perairan Pasir Putih, Situbondo, Jawa Timur sibuk benar. Beberapa Kapal Republik Indonesia (KRI) tampak hilir mudik. Para penyelam dan personel Komando Pasukan Katak TNI Angkatan Laut sedang berlatih. Mereka mensimulasikan KRI Cakra 401 tenggelam. Seluruh personelnya terjebak di dalam kapal selam yang pelan-pelan karam ke dasar laut itu.

Dalam lahitan tersebut, TNI AL mengerahkan tiga kapal atas air, dua tim Satuan Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair), satu unit Ponton Lumba-Lumba, satu tim Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska), dua tim kesehatan dari Lakesla dan RSAL dr Ramelan Surabaya serta Pesawat Cassa dan satu Helikopter BO-105, Sabtu (7/7).

Latihan itu awalnya berjalan mulus. Para personel kapal selam yang disimulasikan tenggelam, bisa meloloskan diri satu per satu.

Namun sekitar pukul 11.00 WIB, Mayor Laut (T) Eko Idang Prabowo dan Kolonel Laut (P) Jefri Sangel Liting yang harusnya bisa segera keluar dari kapal selam dan berenang ke permukaan, rupanya mengalami masalah. Mereka terlalu lama berada di bawah air.

Saat muncul di permukaan, mulut kedua perwira itu mengeluarkan busa. Darah pun keluar dari telinga dan mulut mereka. Kontan hal ini membuat kepanikan. "Dekompresi, dekompresi," teriak beberapa penyelam.

Dekompresi adalah hal paling berbahaya bagi setiap penyelam. Hal ini terjadi jika terlalu lama menyelam, nitrogen dalam darah akan membentuk gelembung udara yang menyumbat aliran darah serta sistem syaraf. Akibat dari kondisi tersebut maka timbul gejala yang mirip sekali dengan stroke.

Kedua penyelam tersebut langsung dievakuasi ke kapal penyelamatan, Kapal Ponton Lumba-Lumba. Sementara simulasi penyelamatan KRI Cakra 401, langsung dihentikan.

"Karena terlalu lama di dalam air, serta oksigen yang dikenakan lepas, mereka sempat menelan air laut," terang seorang penyelam singkat.

Keduanya dibawa ke ruang dekompresi, namun rupanya tidak tertolong. KEdua perwira menengah TNI AL tersebut meninggal.

"Kedua escapes gugur dalam tugas latihan escape dari kapal selam KRI Cakra," ujar Kadispen TNI AL, Laksamana Untung Suropati kepada merdeka.com, Sabtu (7/7).

Jenazah keduanya langsung dibawa ke rumah duka. Mayor Laut (T) Eko Idang Prabowo dibawa ke rumah duka Jalan Brigjen Katamso IV Blok C- 9, Waru, Sidoarjo. Sementara Kolonel Laut (P) Jefri Sangel Liting dibawa ke Jakarta.

Tetangga mengenal Mayor Eko sebagai pribadi yang santun. Eko juga dikenal ramah dan gemar memelihara burung. Pada tetangganya dia sempat pamit saat akan mengikuti latihan simulasi tersebut.

TNI AL masih menyelidiki penyebab kecelakaan ini. Mereka telah membentuk tim khusus.

"Kami membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan terkait musibah yang menyebabkan putra-putra terbaik negeri ini meninggal," ujar Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmatim, Letnan Kolonel (KH) Yayan Sugiana, kepada wartawan di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (7/7).

Korps Jalesveva Jayamahe ini pun diselimuti duka mendalam. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP