Larang Isoman, Bupati Bogor Minta Pasien Covid-19 Jalani Karantina di Isoter
Merdeka.com - Bupati Bogor, Ade Yasin tidak akan lagi membiarkan pasien Covid-19 tanda gejala (OTG) untuk melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Mereka akan diarahkan untuk menjalani karantina di isolasi terpusat (isoter). Hal itu sesuai instruksi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
"Jadi, mereka yang isoman tapi rumahnya tidak memenuhi syarat, harus dipaksa ditarik ke isoter. Supaya tidak menularkan ke yang lain," kata Ade Yasin, Senin (16/8).
Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor itu, memastikan bahwa Kabupaten Bogor memiliki dua lokasi isoter. Yakni di Kemang dan Megamendung.
"Jadi kata Pak Menko, tempat isoter jangan sampai dikosongkan. Karena ada fasilitas penunjang seperti oksigen, makan yang dikontrol dan ditanggung pemerintah. Kecuali, rumah mereka memenuhi syarat. Seperti kamar terpisah, kamar mandi terpisah dan lainnya terpisah," kata Ade.
Kata dia, kini jumlah OTG di dua lokasi isoter, kembali bertmah. Hingga Senin (16/8) tercatat isoter Megamendung dihuni lima pasien dari kapasitas 60 tempat tidur. Kemudian isoter kemang terisi 16 dari kapasitas 84 tempat tidur," katanya.
Sementara tingkat keterisian rumah sakit atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di Kabupaten Bogor, hanya terisi 32,67 persen dari ketersediaan 1.604 tempat tidur. Jumlah ini, menurun dari 97 persen pada Juli 2021.
Kemudian, penggunaan ruang ICU juga menurun. Dari ketersediaan 154 tempat tidur, hanya terisi 55,19 persen dari sebelumnya terisi hingga di atas 70 persen.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya