Laporan dicabut, pelaku penggesek kelamin di Transjakarta bebas

Reporter : Henny Rachma Sari | Selasa, 30 Juli 2013 00:38




Laporan dicabut, pelaku penggesek kelamin di Transjakarta bebas
Ilustrasi perkosaan, pelecehan seksual, pencabulan. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock

Merdeka.com - NT (32), korban pelecehan seksual di dalam bus Transjakarta koridor 9 jurusan Pinang Ranti-Pluit mencabut laporan perihal peristiwa yang dialaminya. NT sendiri menjadi korban tindakan asusila pelaku atas nama Johari yang dengan sengaja menggesek-gesekan alat kemaluannya saat berdiri di belakang korban.

Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan Kompol Aswin menuturkan korban yang sudah diperiksa di Mapolres Jakarta Selatan tiba-tiba mencabut laporan yang telah ia buat.

"Korban tidak jadi bikin laporan. Karena malu mungkin ya," ujar Aswin dalam pesan singkatnya, Senin (29/7).

Saat ditanya terkait apakah pelaku diamankan atau tidak, Aswin beralasan karena kasus tersebut masuk dalam delik aduan, maka pelaku dibebaskan.

"Karena ini delik aduan, jadi ya dibebasin. Pelaku kita lepas, tapi dengan membuat surat perjanjian, agar dia nggak ulangin lagi," tambahnya.

Saat ditanya jaminan pelaku yang melakukan hal serupa seperti Johari, Aswin melempar hal tersebut ke bagian pengamanan internal pengelola bus Transjakarta.

"Nanti akan ada pengamanan, tapi kan sebenernya ini bukan tugas polisi juga ya, tapi pengelola Transjakarta, gmana supaya hal tersebut nggak ada lagi," tandasnya.

Sebelumnya, NT (32) mengalami pelecehan seksual saat naik bus Transjakarta dari Halte Cawang BNN merasa aneh dengan penumpang lelaki yang berada tepat di belakangnya. Lantas korban pun berteriak lantaran di bagian belakang tubuhnya terdapat cairan yang diduga sperma.

Benar saja, saat dipergoki, penumpang lelaki tersebut menampakan alat kelaminnya. Teriakan korban membuat menarik perhatian penumpang lainnya dan membuat pelaku tidak bisa berkutik lagi.

Pelaku pun diringkus di Halte Pancoran untuk kemudian dilaporkan ke Polsek Pancoran.

"Pelaku gesek-gesek belakang korban sampai keluar air maninya," kata Ubaedillah yang menemani korban melapor di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (29/7).

Johari pun mengelak meski ada bukti yang ditemukan ini. Dia mengaku tidak melakukan pelecehan, saat peristiwa ini terjadi situasi memang berdesakan. Dia juga tidak mengakui jika desak-desakan itu dilakukan sengaja.

"Tadi itu desak-desakan. Saya nggak tau itu cairan apa," kata Johari yang mengaku warga Ciracas dan naik bus TransJakarta dari TMII.

[tyo]

KUMPULAN BERITA
# Pelecehan Seksual

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Keterbatasan pasokan gas domestik hambat investasi baru
  • Ahok: Saya enggak pernah mimpi diajak presiden keliling istana
  • Tak punya uang, 13 pasangan dinikahkan dari biaya patungan warga
  • Pemuda ancam Obama agar tak menyentuh pacarnya
  • Fitra: Komisi jadi sumber pundi-pundi uang anggota DPR
  • Tips keren North West hindari sepatu tertukar, gokil banget!
  • Ijab qabul di musala Polsek Semarang Utara, Ambon nangis
  • ESDM siapkan penugasan untuk PLN bangun PLTU Batang
  • Jokowi diminta pilih menhub mampu hidupkan transportasi umum
  • Jelang MEA 2015 tak bisa bahasa Inggris, DPRD Gowa ikut les
  • SHOW MORE