Lapas Kerobokan tolak penjarakan nenek 78 tahun
Merdeka.com - Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan Bali menolak menjebloskan Loeana Kanginnadhi menyusul pingsannya nenek 78 tahun terdakwa kasus penipuan itu saat dipindahkan dari rumah sakit ke penjara.
"Kondisi dia sangat tidak mungkin ditahan di Lapas. Selain secara fisik tidak mendukung, ada juga tekanan psikologis," kata Kepala Lapas Kerobokan I Gusti Ngurah Wiratna, Kamis (26/7).
Menurut dia, Leoana pernah dibawa ke Lapas pada Mei 2012. "Namun begitu tiba di sini langsung pingsan dan kami langsung bawa ke rumah sakit," tandasnya.
Selain itu, kapasitas tahanan wanita di Lapas Kerobokan saat ini sudah berlebih karena dihuni 93 orang dari 54 kapasitas yang ada. "Kalau pun dipaksakan, kami khawatir terjadi hal di luar dugaan," ujarnya.
Dari pemeriksaan tim kesehatan Lapas, saat tiba di Lapas dan diajak berkomunikasi, Loeana hanya diam saja dan terus memejamkan mata.
"Tensinya naik menjadi 150 per 90," ungkap dokter Lapas Kerobokan Anak Agung Gede Hartawan.
Kondisi ini berbeda dengan hasil pemeriksaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Denpasar yang menyatakan secara fisik dan mental kondisi kesehatan Loeana tidak ada gangguan saat diperiksa di rumah sakit.
Menurut Hartawan, lebih baik Loeana menjadi tahanan rumah supaya kesehatannya lebih baik. "Kalau dipaksakan, kita yang akan kesusahan. Kita harapkan dia sehat dulu, sehingga bisa kita terima di Lapas," imbuhnya.
Sementara itu, Sumardhan selaku kuasa hukum Loeana meminta kejaksaan bertanggung jawab atas insiden itu. "Sejak awal kami menyatakan keberatan. Sekarang jaksa harus bertanggung jawab," tegasnya. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya