Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Langit Palembang berkabut, jarak pandang sempat 100 meter

Langit Palembang berkabut, jarak pandang sempat 100 meter Langit Palembang berkabut. ©2018 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Langit di wilayah Palembang mulai diselimuti kabut tebal, Selasa (3/7) pagi. Bahkan jarak pandang di kota itu sempat hanya 100 meter. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) Stasiun Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, pukul 07.14 WIB, kecepatan angin 2.0 knot (1.0 m/s), jarak pandang 100 meter dan cuaca berkabut.

Jarak pandang mulai meningkat beberapa jam kemudian yang sudah mencapai 400 meter. Satu jam kemudian, jarak pandang mulai normal di angka 1.500 meter seiring matahari mulai terik.

Kasi Informasi BMKG Stasiun Bandara SMB II Palembang, Agus Santosa mengungkapkan, kabut tersebut merupakan kabut radiasi karena pendinginan permukaan bumi sehingga udara di dekatnya cukup dingin untuk mengembunkan uap air yang terdapat di dalamnya. Kondisi suhu udara yang dingin di bawah tetapi ke atas masih hangat disebut terjadi inversi.

langit palembang berkabut

Langit Palembang berkabut ©2018 Merdeka.com/Irwanto

"Kabut yang muncul hari ini adalah kabut radiasi, bukan kabut akibat asap kebakaran hutan dan lahan," ungkap Agus, Selasa (3/7).

Menurut dia, penyebab adanya kabut radiasi karena suhu di permukaan dekat tanah yang banyak uap airnya/lembab lebih dingin dari suhu udara di atasnya. Cuaca akan normal kembali jika telah terjadi pemanasan sinar matahari, sehingga grafik suhu udara vertikal akan normal makin ke atas semakin dingin.

"Ya memang profil suhu udara di musim kemarau umumnya stabil, embunnya ngendap di bawah, susah naik ke atas untuk membentuk awan," pungkasnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP