Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lain Oki lain Solmed

Lain Oki lain Solmed Ustad Solmed. Kapanlagi.com

Merdeka.com - Maraknya ustaz ataupun ustadzah yang memasang tarif selangit pada acara-acara baik on air maupun off air, meresahkan para jamaah yang ingin mengundangnya pada acara-acara keagamaan. Tak cuma Oki Setiana Dewi saja yang sempat dipermasalahkan terkait dengan tarif berdakwah.

Pada pertengahan tahun 2013 lalu ustaz selebritis Sholeh Mahmud akrab disapa Solmed membatalkan kehadiran dan meminta kenaikan tarif yang dinilai sudah keterlaluan. Sebelum menjadi ustaz selebritis, ia ternyata pernah aktif di Front Pembela Islam (FPI) dan telah menduduki jabatan yang tinggi di struktur organisasi tersebut. Beberapa tokoh memiliki penilaian tersendiri pada sang ustaz gaul itu.

"Saya paling lama di FPI, sebelum FPI berdiri saya sudah ngaji dengan Habib Rizieq sekitar tahun 1993. FPI berdiri 1998, Solmed sudah masuk di situ. Tapi yang namanya Solmed ya gitu. Sebelum dia jadi di TV juga memang begitu," kata H. Novel Bamu'min, Sekretaris DPD FPI DKI Jakarta sekaligus Humas LDF DPP FPI (Lembaga Dakwah Front Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam) kepada wartawan, Selasa, 21 Agustus 2013.

Menurutnya, untuk urusan menaikkan tarif telah menjadi kebiasaan sang ustaz. Ia sering mendapatkan pengaduan dari para pengundang yang hendak memanggil suami mantan artis FTV, April Jasmine itu, karena merasa dirugikan oleh tindakan Solmed.

"Selalu hari H-nya ngebatalin, kalau enggak mau dibatalin minta harga tinggi. Panitia pasti kelabakan untuk nyari pengganti. Padahal sudah kesepakatan harga sudah setuju. Laporan sudah banyak, jadi kita nih ustaz dan da'i di FPI nyebokin kerjaan dia mulu. Gantiin dia, karena banyak yang komplain ke kita," tuturnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat untuk tidak menggunakan jasa ustaz yang memberikan tarif lebih tersebut.

Solmed juga pernah diberitakan oleh media lokal Hongkong, jika dirinya membatalkan kunjungannya untuk memberikan tausiyah kepada para pekerja Indonesia yang berada di Hongkong lantaran tarif yang tidak sesuai. Kelompok pengajian Thariqul Jannah mengundang ustad Solmed untuk memberikan tausiyah kepada para pekerja Indonesia yang ada di Hongkong.

Ia membatalkan kunjungannya secara sepihak, karena honor yang diberikan panitia terlalu kecil. Menurut media tersebut, Solmed meminta kenaikan honor menjadi Rp 10 juta, sebelumnya ia menyepakati honor sebesar Rp 6 juta. Karena tidak menemui kesepakatan, Solmed pun memutuskan untuk tidak berangkat.

Mendengar kabar tersebut, Solmed langsung memberikan penjelasan berita mengenai dirinya. Ia menutukan bahwa tidak mau berdakwah jika para jamaah yang hendak datang dimintai bayaran.

"Saya dakwah, saya tidak pernah minta bayaran, tapi jangan dibisnisin. Tapi yang di Hongkong itu pengunjung disuruh bayar, saya nggak mau, saya yang protes. Saya bilang kalau anda masih bayar, saya nggak mau datang," ujarnya.

(mdk/war)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP