Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lahir prematur dan lumpuh layu, Putu Wahyu kesulitan berobat

Lahir prematur dan lumpuh layu, Putu Wahyu kesulitan berobat Putu Wahyu. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Miris dan memprihatinkan. Itulah gambaran kehidupan yang dijalani oleh Putu Wahyu Suntari (3) putri pertama dari pasutri Kadek Mertayasa alias Kadek Ta (24) dengan Made Suarmini (20) warga Jembrana, Bali.

Wahyu yang lahir prematur dengan usia kandungan enam bulan ini, setelah tumbuh besar malah lumpuh karena mengalami CP (cerebral palsy).

Akibat terganggunya fungsi otak dan jaringan saraf membuat balita ini lemas. Kakinya tidak bisa dibuat melangkah dan matanya juga terganggu.

Berat badannya juga sangat rendah dan di bawah garis merah. Sehingga dia perlu mendapat perawatan khusus. Lebih memprihatinkan lagi, Wahyu bersama kedua orang tuannya selama setahun ini tinggal di gubuk di atas tanah milik orang lain. Mereka tinggal di Dusun Yeh Buah, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

Kadek Ta yang asal Tuwed Melaya sebelumnya juga sempat menumpang di rumah mertuanya di Yeh Buah. Tapi lantaran ingin mandiri pasutri tersebut kemudian tinggal menumpang di tanah orang lain.

"Karena kami diberikan menumpang oleh pemilik tanah, kami kemudian membangun gubuk dibantu mertua," ujar Kadek Ta di temui di gubuknya, Kamis (7/4).

Dari pengamatan merdeka.com, mereka juga kini harus tidur beralas tanah. Menurut Kadek Ta jika hujan, kasur mereka akan menjadi lengket karena air merembes ke dalam gubuk.

Untuk menghidupi anak istrinya, Kadek Ta hanya menjadi tukang panjat kelapa dan buruh serabutan dengan penghasilan yang pas-pasan.

"Kadang saya dapat panggilan kerja memetik kelapa, tapi kadang beberapa hari saya nganggur," tuturnya.

Sebenarnya Suarmini istri Kadek Ta memiliki kemampuan menjahit pakaian bahkan sudah memiliki mesin jahit, namun karena kondisi anaknya seperti itu dia tidak bisa lagi melakukan kegiatan lainnya. Istrinya hanya fokus mengurus anaknya yang lumpuh.

Sementara itu Perbekel Desa Penyaringan (kepala dusun), Made Destra saat datang ke rumah Kadek Ta mengatakan, jika Putu Wahyu baru didata untuk diusulkan mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial.

"Dari konfirmasi saya ke staf katanya baru didata nanti akan kami usulkan. Untuk usulan masuk ke buku merah, kami juga akan usulkan. Keluarga ini belum masuk karena merupakan pindahan dari desa lain. Sebelumnya mereka menumpang di rumah mertuanya," jelasnya.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP