Lahan perusahaan paling banyak dilalap api di Sumsel sepanjang 2015
Merdeka.com - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyatakan, luas lahan dilalap api di Sumatera Selatan sepanjang 2015 mencapai 736.563 hektar. Mereka menyampaikan, kebakaran hutan dan lahan terbanyak berada di lahan gambut dikelola perusahaan hutan tanaman industri (HTI) dan perkebunan.
Menurut Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Sigit Purnomo, karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) seluas 377.373 hektar, Kabupaten Banyuasin (141.126 hektar), Kabupaten Musi Banyuasin (108.281 hektar), Kabupaten Musi Rawas (52.167 hektar), dan Kabupaten Muara enim (36.176 hektar), serta di beberapa kabupaten lain.
Dari total luas lahan terbakar, 57 persen di antaranya berada di lahan gambut. Sedangkan 74 persen lagi ada di lahan konsesi HTI dan perkebunan.
"Itu merupakan data dari Lapan. Yang terbanyak di lahan gambut konsesi HTI dan perkebunan, baik sawit maupun perkebunan lain," kata Sigit saat rapat koordinasi pencegahan karhutla di Palembang, Jumat (22/1).
Menurut Sigit, karhutla di Sumsel pada 2015 terbilang paling parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, Sumsel terbilang daerah tertinggi dalam kejadian kebakaran hutan dan lahan.
"Tahun 2015 musibah kebakaran lahan di Sumsel sangat parah, lebih besar dibandingnya," ujar Sigit.
Agar tidak terjadi musibah serupa pada tahun ini, sejumlah langkah strategis akan dilakukan. Di antaranya, deteksi dini melalui pemantauan hotspot, pemanfaatan sistem pencegahan dini dari pantauan BMKG, pembentukan peraturan daerah, audit ketaatan perusahaan HTI dan perkebunan terkait perlengkapan pencegahan karhutla, dan pembentukan masyarakat desa peduli api.
"Sebagaimana instruksi presiden, tahun ini tidak ada lagi kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan asap," tutup Sigit. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya