Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lagi, warga miskin tewas saat antre dana kompensasi BBM

Lagi, warga miskin tewas saat antre dana kompensasi BBM Ilustrasi mayat. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Yatirah (70), warga Kelurahan Jebres, RT 02 RW 08 Kecamatan Jebres, Solo ditemukan meninggal dunia saat menunggu antrean pengambilan dana kompensasi kenaikan harga bahan baker minyak (BBM) di Kantor Pos Pembantu Jebres, Pucangsawit, Jumat (28/11). Yatirah meninggal, diduga karena sakit sesak nafas.

Ema Zaki Aviani, salah satu petugas Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) Kantor Pos Jebres kepada wartawan membenarkan peristiwa tersebut. Namun ia mengatakan, Yatirah yang datang sekitar pukul 8.15 WIB, meninggal sebelum antrean pengambilan dana dimulai.

Yatirah lalu duduk di kursi antrean karena kantor belum buka. Pada saat itulah Yatirah mengalami sesak napas lalu jatuh pingsan. Dia datang diantar salah satu cucunya bernama Jerry. Namun Jerry harus meninggalkan neneknya karena hendak mengurus surat-surat ke kecamatan.

"Jadi bu Yatirah itu tiba-tiba jatuh sebelum antre, terus ditolong warga lain yang ada di sampingnya," ujar Ema.

Menurut Ema, Yatirah sempat mendapatkan pertolongan di salah satu ruangan Kantor Pos Jebres. Namun karena kondisinya yang tidak memungkinkan, pihaknya bersama polisi segera membawa Yatirah ke RSUD Dr Moewardi dengan ambulans. Yatirah, kata Ema terlebih dulu meninggal, sebelum sampai di rumah sakit.

"Bu Yatirah mengalami gejala sesak napas, karena penyakit asma yang dideritanya sedang kambuh," kata sepupu Yatirah, Wahyu Wijoyo.

Sebelumnya, Manto Suwarno (70), warga Dusun Dukuh Rt 02/RW 08 Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Jawa Tengah, juga meninggal dunia saat mengambil dana kompensasi BBM tersebut, Kamis (27/11) siang. Kakek yang setiap hari bekerja sebagai petani itu diduga terserang penyakit jantung saat dalam antrean panjang.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Manto Suwarno bersama ratusan warga sejak Kamis pagi mengambil dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) tersebut di Balai Desa Tegalsari. Namun belum lama mengantre, Manto tiba-tiba pingsan hingga nyawanya tak tertolong.

Kapolsek Weru AKP Drajad Sumarsono membenarkan peristiwa tersebut. Menurut Drajad, saat itu Manto (korban) datang ke Balai Desa Tegalsari untuk mengambil dana PSKS. Ketika baru saja mengantre, tiba-tiba korban jatuh pingsan dan ditolong warga yang berada di belakangnya.

"Oleh dua petugas polisi, korban dibawa ke Puskesmas Weru yang jaraknya sekitar 4 kilometer. Namun belum sampai di Puskesmas korban sudah meninggal," ujar Kapolsek.

Menurut Kapolsek, pihaknya belum mengetahui apa penyebab meninggalnya korban. Kakek yang meninggal mendadak sekitar pukul 11.00 WIB tersebut selanjutnya diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.

"Kami sudah mengumpulkan keluarga korban dan Pemerintah Desa. Keluarga telah sepakat untuk tidak memproses hukum peristiwa yang terjadi pada korban. Jam 14.00 hari itu juga, korban sudah dikembalikan ke keluarga dan langsung dimakamkan," pungkas Kapolsek. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP