Lagi, 4 warga Boyolali dicurigai terkena leptospirosis
Merdeka.com - Dinas Kesehatan Boyolali dalam 3 hari terakhir melakukan tes darah terhadap warga di 2 kecamatan terjangkit penyakit leptospirosis, yakni Kecamatan Nogosari dan Ngemplak. Di beberapa desa mereka memeriksa kesehatan warga, sebagai antisipasi dini pencegahan leptospirosis.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Boyolali Yulianto Prabowo mengatakan, dari 60 warga yang diperiksa, terdapat 4 orang yang dicurigai terkena leptospirosis.
"Kami telah memeriksa 60 orang warga. Ada 4 orang yang kami curigai terkena kencing tikus. Sebagai langkah awal, mereka kami obati. Untuk memastikan, mereka telah diambil sampel darahnya untuk diperiksa di laboratorium," ujar Yulianto.
Lebih lanjut Yulianto menerangkan, pihaknya kesulitan mendeteksi seseorang yang terkena leptospirosis. Pasalnya gejala awalnya mirip seperti penyakit lainnya.
"Gejalanya hampir sama dengan penyakit lain. Biasanya penderita akan merasakan demam tinggi, nyeri otot atau mual. Kita tidak tahu kalau ternyata itu leptospirosis," terangnya.
Leptospirosis, masih menurut Yulianto, bisa menyebabkan penyakit kuning, gagal ginjal, hingga pendarahan pada kulit. Jika mendapati kondisi itu, pasien harus segera mendapatkan perawatan. Jika terlambat pasien bisa meninggal dunia karena organ dalam tubuhnya cepat rusak.
"Untuk pencegahan paling mudah, para petani harus menggunakan sepatu boot saat beraktivitas di sawah," katanya.
Selain menggunakan sepatu boot, warga juga diimbau untuk selalu mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas di sawah. Menekan populasi tikus baik di sawah atau di sekitar rumah, juga bisa mengurangi resiko leptospirosis.
Penyakit leptospirosis kata Yulianto, ditularkan oleh binatang pengerat yang membawa bakteri leptospira. Bakteri tersebut menular melalui air kencing tikus yang tersentuh manusia.
Sementara itu Kepala Desa Jeron, Joko Supono mengatakan pihaknya bersama warga terus bergotong-royong membasmi tikus. Tak hanya di persawahan, tapi juga di lingkungan rumah.
"Sebenarnya ini merupakan kegiatan reguler sejak lama. Meski ratusan tikus sudah ditangkap, tapi sepertinya tidak berkurang," tandasnya.
Sebelumnya Dinas Kesehatan Boyolali dalam dua pekan terakhir mendapat laporan ada 6 warga yang terserang penyakit leptospirosis. Dari 6 warga, 5 orang di antaranya meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit.
Kelima warga yang meninggal tersebut. adalah Sumarno (59 tahun), warga Desa Jeron, Kecamatan Nogosari, Siti Muzayanah (42), warga Desa Potronayan, Kecamatan Nogosari, dan Warso Jiman (85), warga Desa Sembungan, Kecamatan Nogosari. Dari Kecamatan Ngempak yaitu Sakirah (74) warga Desa Sindon dan Harso Dikromo (73) warga Desa Ngargorejo.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya